Israel Sampaikan Ucapan Selamat Ramadhan di Tengah Operasi Militer di Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Anadolu) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Militer Israel dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel secara bersamaan menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 2026 kepada umat Islam.

Melalui unggahan di media sosial, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengucapkan selamat kepada Muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

"IDF mengucapkan selamat Ramadan kepada semua yang merayakan," demikian pernyatan IDF di Instagram pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kemlu Israel turut menyampaikan pesan serupa dan berharap umat Muslim di Israel serta di seluruh dunia dapat menjalani Ramadan dengan penuh berkah.

"Memasuki Bulan Sembilan lagi. Ramadan, waktunya introspeksi. Semoga puasa ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Muslim Israel dan Timur Tengah serta lainnya," demikian pernyataan Kemlu Israel dalam unggahan di X, Selasa, 17 Februari 2026.

Baca Juga: Menhan Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Gaza

Ucapan tersebut disampaikan di tengah situasi Israel yang masih melanjutkan operasi militernya di wilayah Palestina. Meski tengah berlaku gencatan senjata dengan Hamas, pasukan Israel masih melakukan serangan terhadap warga sipil di Jalur Gaza dan memperketat kontrol di wilayah Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober 2025, lebih dari 600 warga Palestina tewas dan sekitar 1.600 lainnya mengalami luka akibat serangan Israel yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) (Antara)

Selain itu, Israel masih memberlakukan pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan serta membatasi mobilitas pasien yang membutuhkan perawatan medis ke luar negeri.

Di Gaza, Ramadan kali ini menjadi Ramadan ketiga yang dijalani di bawah bayang-bayang operasi militer. Warga Palestina masih diliputi kekhawatiran akan serangan udara Israel, yang sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 72 ribu orang.

x|close