Pemerintah AS dan Kanada Sampaikan Ucapan Ramadhan, Tekankan Kebebasan Beragama Perangi Islamofobia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Feb 2026, 13:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi ribuan umat Islam melakukan salat tarawih di New York, AS, Ahad, 10 Maret 2024. ANTARA/Anadolu/am. Ilustrasi ribuan umat Islam melakukan salat tarawih di New York, AS, Ahad, 10 Maret 2024. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Ntvnews.id, Hamilton - Pemerintah Amerika Serikat dan Kanada pada Selasa, 17 Februari 2026, merilis pernyataan resmi menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan. Kedua negara menyoroti nilai keimanan, refleksi spiritual, serta pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat Muslim.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadhan,” kata Presiden AS Donald Trump.

Ia menggambarkan Ramadhan sebagai “musim khidmat pembaruan spiritual, perenungan, dan penghargaan atas berkah Tuhan,” serta menekankan bahwa bulan suci tersebut identik dengan doa dan puasa yang mempererat hubungan keluarga dan komunitas.

Menurutnya, Ramadhan juga meneguhkan nilai kasih sayang, amal, dan kerendahan hati.

“Hak yang dianugerahkan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri bangsa kami dan pilar kemakmuran serta kekuatan kami,” katanya, sambil menyampaikan doa bagi kebahagiaan, persatuan, dan perdamaian dunia.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, turut menyampaikan pesan serupa.

Baca Juga: Pemprov DKI Satukan Semangat Imlek dan Ramadhan di Bundaran HI

“Saat matahari terbenam malam ini, umat Muslim di Kanada dan seluruh dunia akan mulai menjalankan ibadah Ramadhan,” ujarnya.

Carney menuturkan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, keluarga dan sahabat akan berkumpul di rumah maupun masjid untuk berdoa dan merenung.

Setelah berpuasa sejak fajar hingga senja, mereka berbuka melalui iftar, hidangan malam tradisional, katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memerangi Islamofobia yang masih terjadi di Kanada. Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum refleksi, rasa syukur, sekaligus perayaan nilai kebersamaan.

“Memerangi kebencian adalah prioritas utama pemerintah ini, dan Islamofobia tidak memiliki tempat di negara kami,” katanya.

Baca Juga: Pemprov DKI Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan

Carney menegaskan bahwa kebebasan, keamanan, dan kesempatan untuk berkembang merupakan nilai dasar yang dijunjung tinggi di Kanada.

Ia pun menutup pernyataannya dengan doa agar Ramadhan membawa keberkahan dan kedamaian, serta mengucapkan “Ramadhan Mubarak.”

Sejumlah negara Arab dan Muslim menyambut Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara negara lainnya memulai ibadah puasa sehari setelahnya. Umat Muslim di Turki, Oman, Singapura, dan Australia dijadwalkan mulai berpuasa pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah otoritas setempat memastikan awal bulan melalui perhitungan astronomi.

Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam. Sebagian negara masih mengandalkan rukyatul hilal secara langsung, sementara negara lain semakin memanfaatkan metode astronomi, terutama ketika data ilmiah menunjukkan hilal mustahil terlihat.

(Sumber: Antara) 

x|close