Infografik: Kronologi Kecelakaan Pesawat Kargo Pelita Air di Krayan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 16:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pelita Air Service jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis siang, 19 Februari 2026. Pesawat jatuh setelah menurunkan muatan BBM dan akan menuju Tarakan. Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pelita Air Service jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis siang, 19 Februari 2026. Pesawat jatuh setelah menurunkan muatan BBM dan akan menuju Tarakan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pesawat kargo pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pelita Air Service dilaporkan jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis, 19 Februari 2026. Pesawat tersebut diketahui jatuh setelah menurunkan muatan BBM dan tengah dalam perjalanan menuju Tarakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat berjenis Air Tractor AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor seri 802-0494 itu diproduksi pada 2013. Pesawat melayani rute Tarakan–Long Bawan–Tarakan. Pada pukul 10.22 WITA, pesawat lepas landas dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan.

Selanjutnya pada pukul 11.24 WITA, pesawat mendarat di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, dan dilakukan pembongkaran muatan oleh petugas darat.

Setelah dalam kondisi tanpa muatan, pesawat kembali terbang menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA dengan estimasi tiba pukul 13.15 WITA. Namun pada pukul 12.30 WITA, PT Pelita Air Service di Jakarta menerima informasi awal bahwa pesawat diduga jatuh tidak jauh dari Bandara Long Bawan. Perusahaan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara, Basarnas, serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.

Baca Juga: Kronologi Jatuhnya Pesawat Pelita Air Service di Nunukan yang Sebabkan Pilot Meninggal Dunia

Pesawat akhirnya ditemukan oleh petugas gabungan pada pukul 13.25 WITA di wilayah perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan. Pada pukul 14.33 WITA, tim gabungan mengevakuasi pilot, Kapten Lodewyck Adam, dalam kondisi meninggal dunia.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan, "Jarak pos atau unit Basarnas cukup jauh dengan lokasi jatuhnya pesawat, namun berkat bantuan potensi SAR, pesawat sekaligus pilot dapat ditemukan."

Terkait penyebab kecelakaan, Pelita Air bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pesawat jatuh.

Berikut Infografiknya: 

Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pelita Air Service jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis siang, 19 Februari 2026. Pesawat jatuh setelah menurunkan muatan BBM dan akan menuju Tarakan. <b>(Antara)</b> Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pelita Air Service jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis siang, 19 Februari 2026. Pesawat jatuh setelah menurunkan muatan BBM dan akan menuju Tarakan. (Antara)

Baca Juga: Investigasi Jatuhnya Pesawat Carter Pelita Air Dimulai, Pilot Tewas di Lokasi

x|close