Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Krayan Tetap Stabil Usai Kecelakaan Pesawat Pelita Air

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 21:24
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Bandar Udara Yuvai Semaring, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.. Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Bandar Udara Yuvai Semaring, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.. (Antara)

Ntvnews.id, Tanjung Selor - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Krayan dan sekitarnya tetap terjaga meski terjadi kecelakaan pesawat kargo pengangkut BBM di Kabupaten Nunukan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa kondisi pasokan energi di wilayah terdampak masih terkendali.

"Kami terus memastikan stok BBM di wilayah Krayan dan sekitarnya dalam kondisi aman," kata Edi dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Selor, Kamis, 18 Februari 2026.

Sebagai langkah antisipatif, perusahaan telah menyiapkan pola distribusi alternatif guna menjaga kelancaran suplai. Skema mitigasi tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu akibat insiden yang terjadi.

Baca Juga: Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Tewas dalam Kecelakaan di Nunukan

Selain memastikan distribusi tetap berjalan, Pertamina juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan pesawat kargo yang terjadi di kawasan Pa’bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Perusahaan berharap seluruh proses penanganan dapat berlangsung lancar dan pihak-pihak yang terdampak diberikan ketabahan.

Edi menjelaskan, pihaknya saat ini terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keakuratan informasi terkait insiden tersebut.

"Kami terus berkoordinasi dengan tim di lapangan dan pihak terkait untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi," jelas Edi.

Baca Juga: Basarnas Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Krayan

Berdasarkan data terakhir yang diterima Pertamina, pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Pesawat tersebut dioperasikan untuk penerbangan charter kargo pengangkut BBM dalam rangka mendukung program distribusi BBM Satu Harga di wilayah perbatasan.

Pesawat diketahui hanya diawaki satu orang pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Dalam laporan terakhir sebelum insiden, pesawat disebut telah menuntaskan pengiriman BBM ke Long Bawan dan tengah kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.

Pertamina menyatakan menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan otoritas berwenang. Perusahaan juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi sembari menjaga agar distribusi BBM tetap berjalan optimal.

(Sumber: Antara)

x|close