Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Tidak Terdampak Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 22:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 19 Februari 2026. Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 19 Februari 2026. (Kemendikdasmen)

Ntvnews.id, Surabaya - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dan tidak mengalami pemotongan, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia memastikan bahwa anggaran di kementerian yang dipimpinnya tidak berkurang sama sekali. Bahkan, menurutnya, program MBG tidak mengambil porsi dana pendidikan.

“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan),” ujar Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 19 Februari 2026.

ABT atau Anggaran Biaya Tambahan merupakan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.

Perbandingan Anggaran 2025–2026

Mu’ti memaparkan perbandingan sejumlah program strategis antara tahun 2025 dan 2026. Pada 2025, Kemendikdasmen memperoleh anggaran Rp16,9 triliun untuk program revitalisasi satuan pendidikan yang menyasar 16.176 sekolah. Hingga kini, progres pembangunan yang telah rampung 100 persen mencapai 93 persen.

Selain itu, program digitalisasi juga menjadi fokus. Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) ke 288.860 satuan pendidikan. Perangkat ini digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, dan terhubung dengan Learning Management System (LMS) serta berbagai sumber belajar digital.

Untuk tahun 2026, pemerintah telah mencantumkan anggaran revitalisasi pendidikan lebih dari Rp14 triliun dalam APBN. Dana tersebut direncanakan untuk memperbaiki lebih dari 11 ribu satuan pendidikan.

Mu’ti juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menambah anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan lainnya.

“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan, tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian Satuan Pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden juga menyampaikan rencana penambahan perangkat IFP untuk setiap sekolah.

“Tahun 2026 kita akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu Satuan Pendidikan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

PIP dan Dukungan untuk Guru

Mu’ti memastikan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, dan SMA tidak mengalami pengurangan. Program bantuan sosial ini ditujukan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk mendukung kebutuhan pendidikan, seperti pembelian buku dan perlengkapan sekolah.

Bahkan pada 2026, PIP akan diperluas untuk siswa TK.

“Untuk 2026 ini ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp 450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” kata Mu’ti.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas guru juga menjadi perhatian. Pemerintah menyiapkan pelatihan serta beasiswa bagi guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1.

“Tahun ini kami akan melakukan pelatihan guru. Tahun ini kami juga mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150 ribu guru, dengan alokasi beasiswa 3 juta per semester,” ujar Mu’ti.

Ia juga menegaskan bahwa anggaran pendidikan mencakup pembayaran tunjangan guru, termasuk guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Termasuk guru-guru P3K yang kemarin sempat rame-rame itu. Itu nanti tunjangannya akan kami berikan sesuai dengan pengajuan yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

Anggaran Pendidikan Dipastikan Naik

Dalam dialog tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sempat menegaskan kembali kepastian kenaikan anggaran pendidikan.

“Intinya Pendidikan anggarannya naik?” tanya Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Mu’ti menjawab, “Alhamdulillah (anggaran pendidikan) naik. Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya perhatian Bapak Presiden terhadap Pendidikan itu sangat besar, anggarannya masih signifikan.”

Mu’ti menambahkan, saat ini sebanyak 43 juta penerima manfaat MBG merupakan siswa sekolah. Program tersebut dinilai turut mendukung peningkatan motivasi belajar dan pembentukan karakter.

“Dan juga mendukung program kami yang ketujuh Indonesia hebat yaitu makan makanan sehat dan bergizi,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian besar pada mutu pendidikan nasional.

“Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas Pendidikan,” tegasnya.

x|close