Mendikdasmen: Seluruh Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Kembali Berjalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 17:09
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu?ti (tengah) saat menjadi pembicara kunci di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen/aa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu?ti (tengah) saat menjadi pembicara kunci di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan seluruh sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali menyelenggarakan proses belajar mengajar secara penuh.

Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi pijakan penting dalam mempercepat tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026, Abdul Mu’ti menguraikan total terdapat 4.863 sekolah terdampak di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 3.409 sekolah mengalami kerusakan ringan, 925 rusak sedang, 437 rusak berat, serta 92 sekolah harus direlokasi.

Secara rinci, Provinsi Aceh mencatat 3.073 sekolah terdampak, Sumatera Utara sebanyak 1.168 sekolah, dan Sumatera Barat sebanyak 622 sekolah.

“Penghitungan kerusakan didasarkan pada kerusakan ruang esensial, seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah,” kata Mendikdasmen.

Ia menambahkan, pendataan tingkat kerusakan terus dimutakhirkan melalui proses rekonsiliasi bersama dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru ASN Dibayarkan Per Bulan, Kemendikdasmen Jamin Kepastian dan Transparansi

Meski sebagian bangunan mengalami kerusakan berat, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa hingga Selasa, 11 Februari 2026, pemulihan kegiatan pembelajaran telah mencapai 100 persen.

Di Aceh, sebanyak 3.001 sekolah sudah kembali digunakan di lokasi asal. Sementara itu, 52 sekolah masih menjalankan pembelajaran di tenda atau kelas darurat, dan 20 sekolah menumpang sementara di sekolah lain.

Untuk wilayah Sumatera Utara, 1.142 sekolah telah kembali ke gedung masing-masing, sedangkan 26 sekolah masih menggunakan tenda atau ruang darurat. Adapun di Sumatera Barat, 599 sekolah kembali beroperasi di lokasi semula, 21 sekolah memanfaatkan tenda darurat, dan dua sekolah lainnya masih menumpang.

"Total untuk pembelajaran sudah 100 persen. Per tanggal 26 Januari lalu terdapat 129 sekolah yang belajar di tenda/ruang kelas darurat, namun saat ini tersisa 99 sekolah karena proses pembersihan sudah selesai. Begitu juga dengan sekolah yang menumpang, per tanggal 26 Januari, terdapat 27 sekolah, saat ini tersisa 22 sekolah,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Capaian percepatan tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya. Ia menilai kolaborasi antara kementerian, TNI/Polri, relawan, serta masyarakat mampu menghasilkan progres nyata hanya dalam waktu dua bulan setelah bencana terjadi.

Baca Juga: DPR Sebut Kunjungan Mendikdasmen Ke Aceh Jadi “Obat” Pemulihan Psikologis Siswa

“Data, fakta, dan realitas ini menunjukkan hasil super cepat dan kerja konkret. Buktinya tentu yang sebagaimana sudah dijelaskan Mendikdasmen, dimana pelaksanaan pembelajaran mencapai 100 persen,” ujar Seskab Teddy.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera, menyatakan Kemendikdasmen telah melakukan identifikasi tingkat kerusakan secara akurat.

“Mendikdasmen sudah paham mana yang rusak berat, sedang, maupun ringan. Beliau berikan bantuan melalui satgas untuk pembersihan bersama TNI/Polri, dan setelah itu pembangunan sekolah dilakukan. Mendikdasmen memiliki timeline pasti atas apa yang akan dikerjakan,” katanya.

(Sumber: Antara) 

x|close