Ntvnews.id, Jakarta - Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG ke Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah hampir sepenuhnya pulih pascabencana pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading Pertamina) pada Rabu, 11 Februari 2026, sebanyak 154 dari 156 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Aceh sudah kembali beroperasi.
Seluruh Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Aceh yang berjumlah 11 juga sudah beroperasi lagi. Begitu pun dengan agen penyalur LPG yang berjumlah 133.
Meski demikian Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading Pertamina), Mars Ega Legowo Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menghadapi kendala dalam penyaluran bahan bakar ke Kabupaten Gayo Lues.
Gayo Lues adalah salah satu kabupaten terdampak bencana yang aksesnya paling sulit ditembus. Akses jalan dari Fuel Terminal di Medan ke Gayo Lues masih tertutup.
Agar energi tetap dapat tersalurkan ke sana, Pertamina mengalihkan jalur distribusi. Saat ini pasokan untuk Gayo Lues dikirim dari Fuel Terminal di Meulaboh. Terdapat satu SPBU di Gayo Lues yang sampai sekarang belum dapat beroperasi.
"Akses dari fuel terminal menuju Kabupaten Gayo Lues saat ini masih terputus. Kami alihkan pasokan untuk Gayo Lues yang sebelumnya dari Medan, ke Fuel Terminal Meulaboh meski masih menggunakan tangki IBC. Terdapat satu SPBU yang belum terakses di Gayo Lues, mudah-mudahan akses ke lokasi segera terbuka sehingga kita bisa melayani 100 persen," kata Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta.
Sementara di Sumut, seluruh SPBU Pertamina yang berjumlah 406 dan SPBE yang berjumlah 46 telah beroperasi. Sebanyak 382 dari 383 agen penyalur LPG sudah berjalan.
Namun diakui Mars Ega, penyaluran BBM ke sejumlah lokasi di Sumut masih belum lancar karena akses jalan. Di Sibolga misalnya, pengiriman BBM masih membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
"Antrean masih terjadi di Sibolga karena akses jalannya belum bisa normal sehingga membutuhkan waktu tempuh lebih lama dari normal," ucapnya.
Adapun di Sumbar, semua SPBU Pertamina yang totalnya 147 dan sebanyak 14 SPBE beroperasi normal. Demikian pula dengan 171 agen penyalur LPG.
Tetapi serupa dengan di Aceh dan Sumut, distribusi bahan bakar membutuhkan waktu pengiriman lebih lama karena adanya jalan yang sedang dalam proses pemulihan. Misalnya di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
"Ada sedikit kendala pada jalur wilayah Lembah Anai. Terkadang menganggu distribusi truk tangki kami. Namun secara operasional lembaga penyalur, saat ini sudah bisa beroperasi 100 persen," tutupnya.
Truk tangki BBM. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga (Antara)