Kebutuhan Pangan Jakarta Naik Jelang Ramadhan, Telur dan Daging Jadi Primadona

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Feb 2026, 19:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kebutuhan pangan di Jakarta meningkat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman meski terjadi lonjakan permintaan di sejumlah komoditas.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengungkapkan bahwa tren kenaikan konsumsi sudah mulai terlihat menjelang bulan puasa dan diperkirakan terus meningkat hingga Idulfitri.

"Menjelang Ramadhan terjadi peningkatan kebutuhan pangan," ucapnya dalam acara Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.

Telur dan Daging Jadi Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi

Pasar Kombongan Kemayoran <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pasar Kombongan Kemayoran (NTVNews.id/Adiansyah)

Uus menyampaikan, peningkatan kebutuhan pangan terbesar terjadi pada telur ayam yang naik 7,5%, daging sapi dan kerbau naik 3,57%, bawang putih naik 3,57%, cabai rawit naik 3,02%, dan bawang merah 2,89%.

Lonjakan ini diprediksi semakin tinggi mendekati Hari Raya Idulfitri. Bahkan, saat Lebaran, kenaikan kebutuhan tercatat lebih signifikan.

"Kemudian menjelang Idulfitri juga di sini tersampaikan bahwa peningkatan kebutuhan pangan," ujar Uus.

Adapun peningkatan kebutuhan terhadap telur ayam melonjak 17,20%, daging ayam 10,77%, bawang merah 10,67%, minyak goreng 9,67%, dan cabai rawit naik 9,18%.

Kenaikan tersebut merupakan pola tahunan yang lazim terjadi akibat meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga selama Ramadhan dan Lebaran.

Stok Daging Sapi Jakarta Dipastikan Aman hingga Idulfitri

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto (NTVNews.id/Adiansyah)

Pemprov DKI Jakarta menegaskan ketersediaan daging sapi aman hingga pasca-Idulfitri. Laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan menyebutkan bahwa cadangan daging mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Koordinasi lintas BUMD pangan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga. Soliditas antar-perusahaan daerah menjadi kunci agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak terkendali.

"Untuk komoditas daging sapi, ayam, dan ikan. Ini dipastikan stoknya juga aman oleh Perumda Dharma Jaya," imbuh Uus Kuswanto.

Pemprov DKI juga menegaskan tidak ingin ada kejutan menjelang hari besar keagamaan. Stabilitas pangan menjadi prioritas utama demi menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

Untuk komoditas beras, total ketersediaan mencapai 182.172 ton, yang tersebar di berbagai titik distribusi, yakni Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station (FS) 8.100 ton, Cadangan untuk Hari Besar Keagamaan Nasional 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, dan Pasar Jaya 261 ton.

Perumda Dharma Jaya juga memastikan ketersediaan protein hewani dalam kondisi aman, meliputi daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, dan sapi hidup 1.010 ekor.

Selain komoditas utama, kebutuhan bahan pokok lain turut menjadi perhatian, di antaranya telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula pasir 437,4 ton.

x|close