Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Perkuat Perdamaian dan Keamanan Kawasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 17:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Inggris di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Inggris di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan revitalisasi ASEAN Regional Forum (ARF) agar tetap mampu menjalankan perannya sebagai wadah strategis dalam menjaga perdamaian dan keamanan, baik di kawasan maupun di tingkat global.

Dalam Pertemuan ke-33 ARF yang berlangsung di sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 di Manila, Filipina, Kamis, 23 Juli 2026, Sugiono menyampaikan bahwa selama ini ARF telah menjadi contoh proses pembangunan kepercayaan atau confidence building di kawasan.

“Revitalisasi tidak berarti mengubah fungsi dasar ARF, tetapi bermakna memberikan ARF 'peralatan yang disempurnakan' dengan tetap menjadikan Sentralitas ASEAN sebagai panduan utama,” kata Sugiono, menurut naskah pidatonya yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI dan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurut Sugiono, setelah tiga dekade berperan membangun kepercayaan di kawasan, ARF perlu terus berkembang dengan memperkuat pendekatan diplomasi preventif guna mencegah munculnya konflik.

Baca JugaMenlu Sugiono Ajak ASEAN Perkuat Persatuan Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Ia menilai tantangan yang dihadapi ARF saat ini jauh lebih kompleks dibanding saat forum tersebut pertama kali dibentuk pada Juli 1994. Ancaman yang berkembang kini meliputi keamanan siber, ketahanan pangan, energi, hingga meningkatnya ketegangan di wilayah maritim.

Karena itu, Sugiono menekankan ARF harus tetap menjadi forum dialog yang relevan bagi para pemangku kepentingan utama di kawasan. Menurutnya, semakin matang peran ARF, semakin besar pula kontribusinya dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan maupun dunia.

Sugiono juga mengingatkan pentingnya menjadikan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation/TAC) sebagai landasan dalam memperkuat kerja sama di lingkungan ARF dengan mendorong organisasi yang berorientasi pada hasil nyata.

“Mari kita bangun revitalisasi ARF yang modern, ulet, inklusif, dan berpancang pada Sentralitas ASEAN,” demikian Menlu RI.

Baca JugaSugiono Dorong Penguatan Kerja Sama Maritim ASEAN-India untuk Perkuat Ketahanan Kawasan

Terkait keanggotaan ARF, Sugiono mengatakan evaluasi terhadap moratorium keanggotaan perlu dilakukan sejalan dengan proses revitalisasi forum tersebut.

Indonesia juga menyambut keputusan para Menteri Luar Negeri ASEAN yang menyetujui Inggris sebagai partisipan ke-28 ARF.

ARF merupakan forum konsultasi serta dialog politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik yang dibentuk pada 1994. Saat ini, forum tersebut memiliki 28 anggota yang terdiri atas seluruh negara ASEAN, Amerika Serikat, India, Australia, Uni Eropa, serta sejumlah negara lainnya.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close