Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menekankan pentingnya ASEAN menjaga kredibilitas organisasi dengan memastikan setiap pembangunan yang dilakukan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
“Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” kata Sugiono dalam sesi pleno Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri se-ASEAN (AMM) di Manila, Filipina, Selasa.
Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Sugiono menyampaikan bahwa tantangan pertama yang harus dihadapi ASEAN adalah menjaga perdamaian dan memastikan hubungan antarnegara di kawasan tetap berlandaskan aturan.
Untuk itu, Indonesia mendorong penyelesaian code of conduct (CoC) di Laut China Selatan pada tahun ini secara efektif, substantif, serta mengacu pada hukum internasional.
Baca Juga: ASEAN Serukan Persatuan Hadapi Ketidakpastian Geopolitik di Pertemuan Menlu ke-59
“Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berlandaskan kekuatan,” katanya menegaskan.
Selain menjaga stabilitas kawasan, Sugiono menilai kredibilitas ASEAN juga diukur dari kemampuannya melindungi masyarakat. Karena itu, Indonesia mengusulkan pembentukan forum divisi kepala urusan konsuler se-ASEAN guna memperkuat koordinasi perlindungan warga negara ASEAN di luar negeri, terutama saat terjadi konflik maupun keadaan darurat.
Di tengah meningkatnya tantangan terhadap sistem multilateralisme, Indonesia juga mengajak agar kerja sama ASEAN dengan para mitra difokuskan pada kebutuhan nyata kawasan. Hal tersebut mencakup penanganan krisis, penguatan ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan ketangguhan rantai pasok.
Sugiono turut menyerukan penguatan mandat dan sumber daya ASEAN agar selaras dengan target dalam "Visi Komunitas ASEAN 2045". Langkah itu dinilai penting mengingat ASEAN akan memperingati hari jadinya yang ke-60 pada 2027.
Baca Juga: Menlu AS Marco Rubio Tuding Iran Jadikan Selat Hormuz Alat Tekan Dunia
Menurut Kementerian Luar Negeri RI, rangkaian AMM ke-59 di Manila berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 hingga Jumat, 24 Juli 2026, dengan menghadirkan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN beserta mitra eksternal.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu utama yang dibahas meliputi pembangunan Komunitas ASEAN, hubungan eksternal, serta berbagai perkembangan di tingkat kawasan dan global.
Forum itu juga mengesahkan sejumlah dokumen penting, termasuk komunike bersama mengenai pengembangan kerja sama ASEAN, pernyataan bersama terkait situasi di Timur Tengah, serta berbagai dokumen mengenai kerja sama Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) dan kemitraan wicara ASEAN.
Pada kesempatan yang sama, para menteri luar negeri ASEAN juga menyepakati penerimaan Turkiye sebagai mitra wicara terbaru ASEAN.
(Sumber: Antara)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan pernyataannya dalam sesi pleno Pertemuan ke-59 Menlu se-ASEAN (AMM) di Manila, Filipina (Antara)