BNPB Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 13:15
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gunung Anak Krakatau melontarkan lava fountain atau lava air mancur Jumat, 4 September 2026, malam pukul 23.24 WIB Gunung Anak Krakatau melontarkan lava fountain atau lava air mancur Jumat, 4 September 2026, malam pukul 23.24 WIB (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung disertai dentuman dan suara gemuruh.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kekhawatiran masyarakat pesisir Banten dan Lampung terhadap kemungkinan tsunami menjadi perhatian pemerintah.

Kekhawatiran itu juga berkaitan dengan pengalaman tsunami pada 22 Desember 2018 yang terjadi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, berdasarkan evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau setelah 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami.

"Oleh sebab itu, masyarakat di Banten dan Lampung diharapkan tidak panik," kata dia.

Berton menjelaskan aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Sabtu, 5 September 2026 pagi. Pada malam hari, gunung tersebut terpantau melontarkan lava fountain atau lava air mancur.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Lava Pijar dan Dentuman Terdengar

Aktivitas tersebut juga memicu satu kali gempa letusan dengan magnitudo amplitudo 70 mm dan durasi mencapai 21.600 detik.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB juga mengonfirmasi lontaran material vulkanik dari erupsi tersebut menyebabkan perangkat kamera atau CCTV pemantauan mengalami kerusakan hingga berhenti beroperasi.

Seiring status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga), BNPB bersama PVMBG merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Berton mengatakan terdapat tiga hal yang menjadi prioritas dalam penanganan kondisi tersebut. Pertama, memastikan zona bahaya tetap steril melalui patroli pemerintah daerah dan BPBD. Kedua, memastikan kesiapan jalur evakuasi serta titik kumpul di wilayah pesisir.

Baca Juga: Status Siaga, Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Ketiga, masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi erupsi hanya untuk mengambil gambar atau mendokumentasikan aktivitas gunung karena faktor keselamatan.

(Sumber: Antara)

x|close