Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa layanan dasar di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan pemulihan pada hari kedelapan setelah gempa bumi. Listrik dan akses komunikasi dilaporkan telah kembali normal sepenuhnya di Pulau Flores.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan berdasarkan informasi dari PLN, pemulihan jaringan listrik di Pulau Flores telah mencapai 100 persen.
"Untuk layanan sosial listrik, ini informasi dari PLN, secara umum untuk Pulau Flores ini sudah pulih 100 persen," kata Suharyanto dalam taklimat media yang digelar secara daring di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Sementara itu, kondisi kelistrikan di Pulau Palue telah berangsur membaik dengan tingkat pemulihan mencapai 84,59 persen. Layanan komunikasi melalui BTS serta distribusi bahan bakar dari 56 SPBU juga disebut telah kembali beroperasi penuh.
Pemulihan juga terjadi pada akses transportasi darat. Jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor maupun kerusakan jembatan kini sudah dapat dilalui secara fungsional.
Baca Juga: Pigai Usul ke Gubernur NTT: Pusat Komando Tanggap Darurat Dipindah ke Flores
"Kami laporkan bahwa sekarang tidak ada lagi jalan yang tidak bisa dilalui karena longsor atau gara-gara jembatannya rusak. Tidak pulih seperti sebelum terjadi bencana, tetapi secara fungsional ini semuanya sudah bisa dilalui," ujarnya.
Di sisi lain, BNPB masih mencatat adanya 1.915 fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa. Fasilitas tersebut meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah bangunan publik lainnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BNPB telah menyalurkan 1.225 ton logistik ke berbagai wilayah di Flores. Seluruh bantuan tersebut dikonsolidasikan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sebelum didistribusikan melalui dua Posko Aju, yakni Labuan Bajo sebanyak 869 ton dan Maumere sebanyak 356 ton.
Proses distribusi bantuan didukung 16 armada udara yang terdiri atas pesawat dan helikopter. Selain itu, puluhan truk disiagakan di Posko Aju serta ratusan sepeda motor digunakan untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
Suharyanto memastikan persediaan kebutuhan dasar di wilayah terdampak saat ini masih mencukupi. Stok tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu sampai dua pekan mendatang.
Baca Juga: Pasca-Gempa NTT, Kemendukbangga Siapkan Posko Trauma Healing di Kecamatan
Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Suharyanto meminta jajarannya tidak menyimpan logistik terlalu lama di gudang posko.
"Ada buffer stock, buffer stock ini kami juga barusan sudah cek, sudah menjadi protap (prosedur tetap) untuk tidak terlalu lama distok di titik-titik posko tadi ya, di gudang-gudangnya posko Maumere maupun posko Labuan Bajo agar untuk segera dikirim ke masyarakat terdampak," tutur Suharyanto.
(Sumber: Antara)
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026). BNPB mencatat jumlah pengungsi akibat gempa bumi di NTT mencapai 161.084 jiwa pada hari kesembilan penanganan darurat, sementara warga belum berani kembali ke rumah karena masih terjadi gempa susulan yang tercatat hingga 5.688 kali (Antara)