Menteri PPPA Kunjungi dan Beri Semangat Anak Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 17:19
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (tengah) dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (kanan) mengunjungi anak-anak korban kekerasan seksual di shelter di Labuan Bajo, NTT. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (tengah) dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (kanan) mengunjungi anak-anak korban kekerasan seksual di shelter di Labuan Bajo, NTT. (Antara)

Ntvnews.id, Labuan Bajo - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengunjungi tiga anak korban kekerasan seksual yang tinggal di Rumah Singgah St. Theresia, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya, Arifah memberikan semangat kepada ketiga anak tersebut untuk tetap menatap masa depan.

" Ada yang mau jadi perawat, ada yang mau jadi pengusaha kuliner dan mau jadi penyanyi. Kami menyemangati agar mereka tidak putus asa bahwa masa depan mereka masih panjang," kata Arifah Fauzi di Labuan Bajo, NTT, Senin, 24 Agustus 2026.

Arifah juga mengapresiasi pelayanan yang selama ini diberikan Rumah Singgah St. Theresia kepada anak-anak yang tinggal di tempat tersebut. Meski demikian, ia menilai pendampingan psikologis masih perlu diperkuat.

"Kami melihat layanan yang diberikan sudah baik. Tapi, memang perlu penguatan, khususnya dari segi psikolog, karena untuk korban kekerasan seksual ini traumanya berkepanjangan. Perlu pendampingan khusus supaya mereka sedikit demi sedikit bisa bangkit kembali," kata dia.

Baca JugaMenteri PPPA Sebut Kader PATBM Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kekerasan Anak

Ke depan, Kementerian PPPA berencana menjembatani rumah singgah tersebut dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para anak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi turut mengapresiasi para biarawati yang telah memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak di rumah singgah tersebut.

Menurut Seto, keterlibatan HIMPSI, terutama psikolog klinis, penting untuk membantu proses pemulihan psikologis anak-anak.

Baca JugaMenteri PPPA Ajak Semua Pihak Ciptakan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

"Kami akan segera menghubungi HIMPSI untuk membantu, khususnya psikolog klinis untuk melakukan treatment psikologis supaya traumanya bisa hilang secepatnya," katanya.

Selain itu, LPAI akan berkoordinasi dengan Polda NTT terkait salah satu kasus yang penanganannya belum berlanjut di Polres Manggarai Barat karena alasan kurangnya alat bukti, kata Seto.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close