Korban Dugaan Keracunan di Sidoarjo Berangsur Pulih, 22 Masih Dirawat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 10:25
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)​​​​​​​ Mayor Jenderal TNI Trenggono (kanan), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi ​​​​​​​(tengah), dan Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) mengunjungi Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)​​​​​​​ Mayor Jenderal TNI Trenggono (kanan), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi ​​​​​​​(tengah), dan Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) mengunjungi Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo (Antara)

Ntvnews.id, Sidoarjo, Jawa Timur - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI Trenggono menyampaikan seluruh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo yang menjadi korban dugaan keracunan telah membaik. Saat ini, sebanyak 22 orang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit.

“Semua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo yang menjadi korban dugaan keracunan sudah dalam kondisi pulih dan membaik,” kata Trenggono saat meninjau penanganan korban di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 4 Agustus 2026.

Dari total 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pondok setelah memperoleh perawatan medis.

Trenggono mengatakan BGN telah menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sejak Rabu, 2 September 2026, untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Penangguhan dilakukan untuk menginvestigasi dan mengevaluasi dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar.

Baca Juga: BGN Akui Kelalaian SPPG Picu Keracunan MBG di Sidoarjo

Selain menangguhkan operasional SPPG, BGN juga mencopot kepala dapur tersebut. Pemeriksaan terhadap penerapan prosedur operasional standar dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian.

Trenggono turut menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dan ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan operasional SPPG hingga menyebabkan kejadian tersebut.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menangani para korban.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo yang sudah bertindak cepat, sehingga semuanya tertangani dengan baik. Yang utama adalah pada korban harus tertangani dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi yang turut mengunjungi lokasi menyatakan Kementerian PPPA siap memberikan pendampingan trauma healing kepada para santri apabila masih membutuhkan dukungan dalam pemulihan psikologis dan emosional.

Baca Juga: Sebanyak 34 Santri Korban Dugaan Keracunan di Sidoarjo Masih Dirawat

Ia menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak pesantren, dan para korban agar anak-anak yang terdampak dapat kembali bersekolah dengan baik.

(Sumber: Antara)

x|close