Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspend berat selama 30 hari kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, setelah 512 siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan pihaknya juga mengusulkan agar kepala SPPG tersebut dicopot dan digantikan.
"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Ketut mengatakan Kepala BGN Sudaryono telah berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk menangani kejadian tersebut. Menurut dia, kondisi dan kesembuhan para siswa menjadi prioritas utama.
" Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan," katanya.
Baca Juga: Kader TPK Diminta Periksa Kelayakan MBG 3B Sebelum Dibagikan
Berdasarkan hasil investigasi terbaru BGN, sebanyak 512 penerima manfaat terdampak kejadian keracunan MBG dari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 orang masih menjalani perawatan, sedangkan 312 orang telah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh.
"Namun demikian, kita masih observasi sebanyak 120 orang. Saat ini, kita fokus menyelamatkan kesehatan anak-anak kita di beberapa rumah sakit, ini yang kami utamakan," tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memprioritaskan penanganan para korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan hal tersebut setelah mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari.
Menurut Emil, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan dari rumah sakit dan tenaga medis. Penanganan diberikan berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing korban.
"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil.
Baca Juga: Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo
Ia menjelaskan bahwa hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan membaik oleh tim medis. Meski demikian, pihak rumah sakit masih bersiaga untuk menangani kemungkinan adanya pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
(Sumber: Antara)
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana memberikan keterangan terkait kasus keracunan MBG pada 512 siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, di Jakarta (Antara)