5.000 Tentara AS Tiba di Pattaya Usai Penugasan Panjang di Tengah Perang Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 14:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bangkok, Thailand Bangkok, Thailand (Tangkapan Layar)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekitar 5.000 marinir dan pelaut Amerika Serikat (AS) tiba di Pattaya, Thailand, pada awal pekan ini setelah menjalani penugasan selama 250 hari dalam perang melawan Iran.

Dilansir dari SCMP, Sabtu, Sabtu, 5 September 2026, melaporkan bahwa para personel yang berada di kapal induk USS Abraham Lincoln tersebut akhirnya menginjakkan kaki di daratan setelah menjalani masa tugas panjang di laut. Sebelumnya, muncul laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan para kru di atas kapal akibat penugasan yang berkepanjangan.

Ribuan personel militer AS itu dijadwalkan menghabiskan waktu sekitar empat hari di Pattaya sebelum kembali ke Amerika Serikat.

Masa penugasan USS Abraham Lincoln yang mencapai sekitar sembilan setengah bulan di laut turut memunculkan perhatian terhadap kondisi para kru. Sejumlah laporan menyoroti persoalan kondisi tempat tinggal, tekanan terhadap kesehatan mental, hingga dugaan keterbatasan pasokan selama menjalankan misi.

"Kedatangan kami di Laem Chabang memberikan kesempatan yang layak bagi para pelaut dan marinir kami untuk beristirahat dan memulihkan tenaga," kata Laksamana Muda Robert Loughran, komandan Carrier Strike Group 3, dalam sebuah pernyataan.

"Apa yang telah dicapai kelompok tempur ini benar-benar bersejarah. Saya sangat bangga atas profesionalisme dan keahlian luar biasa yang ditunjukkan setiap anggota tim ini selama menjalankan operasi." jelasnya.

Baca Juga: Anggota DPR Thailand Terlibat Jaringan Judol dan Pencucian Uang

Setibanya di daratan, sebagian personel memanfaatkan malam pertama mereka untuk bersantai setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan di atas kapal.

"Saya akan bersantai, pelan-pelan," kata seorang pelaut muda yang mengenakan kaus Angkatan Laut AS berwarna biru dan kusut.

Pelaut tersebut tidak menyebutkan namanya ketika mengambil uang tunai melalui mesin ATM. Ia kemudian mengatakan, "Tapi ini pertama kalinya saya ke Pattaya, jadi kita lihat saja."

Berawal dari Desa Nelayan

Jauh sebelum berkembang menjadi salah satu kawasan wisata populer di Thailand, Pattaya dikenal sebagai sebuah desa nelayan yang kecil dan tenang.

Situs Pattaya Knowledge menggambarkan sejarah awal kawasan tersebut. "Pattaya dulunya adalah sebuah desa nelayan kecil dengan beberapa ratus penduduk yang menjalani kehidupan sederhana dan tradisional," tulisnya.

Perubahan Pattaya mulai terlihat pada 1959 ketika sejumlah tentara AS yang sedang bertugas dalam Perang Vietnam mulai mendatangi kawasan tersebut untuk beristirahat dan melepas penat.

Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). <b>(Puspen TNI)</b> Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). (Puspen TNI)

Catatan sejarah menyebutkan bahwa sekelompok tentara AS yang berbasis di Korat sengaja dikirim ke Pattaya untuk berlibur. Mereka menyewa rumah di kawasan pantai, menikmati suasana serta keindahan alam setempat, kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada rekan-rekan sesama tentara.

Popularitas Pattaya di kalangan personel militer AS juga semakin berkembang karena Amerika Serikat pada masa Perang Vietnam menggunakan sejumlah pangkalan udara di Thailand, termasuk U-Tapao dan Takhli. Keberadaan pangkalan tersebut membuat banyak tentara AS memiliki akses untuk berkunjung ke berbagai lokasi di Thailand guna beristirahat dan berekreasi.

Seiring waktu, Pattaya berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya dikunjungi anggota militer, tetapi juga masyarakat umum.

Lokasinya yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Bangkok turut mendukung perkembangan Pattaya sebagai kawasan wisata karena dapat dijangkau menggunakan berbagai moda transportasi.

Kini, Pattaya telah berubah jauh dari masa lalunya sebagai desa nelayan. Kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat wisata dan hiburan terkenal di Thailand, termasuk menjadi tempat persinggahan bagi personel militer asing yang tengah menjalani masa istirahat.

x|close