Ntvnews.id, Bali - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan, meskipun beberapa rute internasional mengalami perubahan jadwal akibat memanasnya konflik Iran dan Israel.
Hingga Sabtu, 28 Februari pukul 21.30 WITA, pengelola bandara melaporkan adanya penundaan dan pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara.
Informasi tersebut disampaikan oleh Gede Eka Sandi Asmadi selaku Head of Communication and Legal Division PT Angkasa Pura Indonesia. Ia menjelaskan bahwa secara umum operasional bandara masih normal, namun beberapa maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan internasional.
"Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan," ucapnya dalam keterangan tertulis.
ilustrasi pesawat/Ist
Berdasarkan data hingga pukul 21.00 WITA, beberapa penerbangan dari Denpasar mengalami perubahan sebagai berikut:
1. Etihad EY477 rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH) POSTPONED
2. Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) CANCELED
3. Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) CANCELED
4. Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) CANCELED.
Manajemen Angkasa Pura Indonesia terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal. Kerja sama dilakukan bersama maskapai penerbangan, AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara, serta aparat keamanan bandara guna menjaga situasi tetap kondusif.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang agar selalu berkomunikasi langsung dengan maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan.
"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbanga," ungkapnya.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (ANTARA/Putri Hanifa)