Bakom RI: Zakat Berperan Strategis dalam Pengentasan Kemiskinan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 23:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Adita Irawati dalam diskusi bertajuk Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Adita Irawati dalam diskusi bertajuk (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah RI, Adita Irawati, menyampaikan bahwa zakat memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Adita dalam diskusi bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” di Jakarta, Senin. Dalam forum tersebut, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mengejar berbagai target pembangunan nasional untuk periode 2024–2029, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen serta menuntaskan kemiskinan ekstrem.

"Zakat itu suatu hal yang memang kewajiban bagi umat Muslim, tapi jangan lupa bahwa zakat ini juga bisa menjadi instrumen penting dalam membangun keadilan sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan," katanya.

Menurut Adita, zakat tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan bagi umat Islam, tetapi juga berpotensi besar sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial serta mendorong terciptanya keadilan dalam masyarakat.

Dalam konteks tersebut, peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dinilai sangat strategis dalam membantu mencapai tujuan pembangunan nasional.

"Dalam konteks ini, apa yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI ini punya peranan yang sangat strategis untuk bisa mendukung pencapaian tujuan tadi," katanya.

Baca Juga: Pramono: Tahun Ini Baznas DKI Targetkan Rp450 Miliar dari Zakat, Infak dan Sedekah

Adita juga menyoroti bahwa potensi zakat di Indonesia sebenarnya sangat besar dan mencapai ratusan triliun rupiah, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menilai hal tersebut cukup disayangkan mengingat masyarakat Indonesia dikenal memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi di tingkat global.

"Padahal sebenarnya kalau kita lihat bangsa kita itu tujuh tahun berturut-turut selalu menjadi negara dengan bangsa yang paling dermawan. Ini dianugerahkan oleh World Giving Index," ujarnya.

Karena itu, ia menilai keberhasilan dalam menggalang partisipasi publik sangat dipengaruhi oleh strategi komunikasi yang efektif, terutama dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya solidaritas sosial melalui zakat.

Dalam kesempatan tersebut, Adita juga membagikan pengalaman pribadinya saat terlibat dalam kegiatan penggalangan dana melalui kegiatan lari amal yang bertujuan membantu masyarakat, termasuk menyediakan akses air bersih bagi warga di wilayah timur Indonesia.

Ia menilai kampanye serta literasi mengenai zakat perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga zakat, serta media massa.

Baca Juga: Baznas Himpun Rp4,3 Miliar dari Zakat Istana 2026

Adita menambahkan bahwa Bakom RI siap menjalin kerja sama dengan Baznas dan media untuk memperluas kampanye mengenai manfaat zakat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Komunikasi publik yang baik, mengemas pesan tentang zakat yang memang itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita, perannya dalam mengentaskan kemiskinan, perannya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat ini harus terus dikampanyekan," tutur Adita Irawati.

(Sumber: Antara)

x|close