Pramono: Tahun Ini Baznas DKI Targetkan Rp450 Miliar dari Zakat, Infak dan Sedekah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 11:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Baznas Bazis DKI Jakarta mencapai Rp450 miliar pada tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat memberikan sambutan pada kegiatan Penunaian ZIS Pejabat dan Pimpinan BUMD di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, target tersebut cukup realistis untuk dicapai. Ia bahkan mengaku telah berdiskusi langsung dengan Ketua Baznas Bazis terkait optimisme pengumpulan dana umat tahun ini.

"Tahun ini Baznas Bazis menargetkan Rp450 miliar. Dan saya meyakini, tadi saya bisik-bisik dengan Pak Abubakar (Ketua Baznas DKI), apakah ini bisa terkumpul? Beliau yakin akan terkumpul," ucapnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pada tahun sebelumnya, dana ZIS yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp396 miliar, meski pengumpulan baru dimulai pada bulan Mei. Dengan penggalangan yang dimulai lebih awal tahun ini, potensi peningkatan dana dinilai cukup besar.

Baca Juga: Pramono Instruksikan Satpol PP Tertibkan Pengemis Secara Humanis

Rano Karno dan Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Rano Karno dan Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Pramono menilai dana ZIS memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Program-program bantuan yang dijalankan selama ini terbukti mampu meringankan beban warga kurang mampu di Jakarta.

Ia juga menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi yang masih menjadi tantangan besar di ibu kota. Berdasarkan data terbaru, angka ketimpangan atau gini rasio Jakarta masih berada di kisaran 0,441.

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Beberapa program prioritas yang dipastikan tetap berjalan antara lain Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, pemutihan ijazah, serta bantuan layanan kesehatan.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa kebijakan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat bawah tidak boleh terganggu. Menurutnya, keberadaan dana ZIS yang dikelola dengan baik dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk membantu mengurangi kesenjangan sosial di Jakarta.

"Itulah yang menjadi program prioritas saya dan Pak Wagub prioritaskan, yang ini sama sekali tidak boleh terganggu," tutup Pramono Anung.

x|close