Iran Tegaskan Kesiapan Hadapi Potensi Serangan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 05:04
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py) Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menyatakan berada dalam kondisi lebih siap dari sebelumnya untuk menghadapi kemungkinan serangan apa pun terhadap negaranya, seiring meningkatnya ketegangan secara signifikan dengan Amerika Serikat setelah gelombang demonstrasi terbaru di Iran.

Dalam konferensi pers rutin di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan kondisi yang berkembang sebagai bentuk “perang hibrida”. Istilah itu merujuk pada konflik selama 12 hari yang terjadi pada Juni lalu, serta aksi-aksi protes keras belakangan ini yang menurut Teheran dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dilansir dari IRNA, Selasa, 27 Januari 2026, Baghaei menyebut ancaman serta klaim tanpa dasar terus dilontarkan oleh AS dan Israel. Ia menyinggung pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, termasuk laporan mengenai pergerakan kapal-kapal perang Amerika menuju kawasan Teluk Persia.

Ia juga menegaskan bahwa negara-negara di kawasan menyadari ketidakstabilan memiliki dampak menular dan tidak akan berhenti hanya di Iran.

Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Bahas Program Rudal, Sambut Dialog Nuklir

Menurut Baghaei, terdapat kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai dampak luas dari potensi serangan militer AS. Karena itu, ia mendorong negara-negara tersebut untuk “mengambil sikap yang jelas” terhadap ancaman yang datang dari Washington.

“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah unjuk rasa terbaru di Iran berubah menjadi aksi kekerasan yang, menurut pemerintah Iran, menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Pada puncak gelombang protes awal bulan ini, Presiden Trump memperingatkan pemerintah Iran bahwa ia akan “datang menyelamatkan” para demonstran jika aparat menggunakan kekuatan mematikan terhadap mereka.

Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Beberapa hari berselang, Trump kembali mendorong para pengunjuk rasa untuk melanjutkan aksi dan mengambil alih lembaga-lembaga negara, seraya menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Ia juga menyampaikan peringatan bahwa sudah waktunya terjadi perubahan kepemimpinan, yang oleh banyak pihak di Iran ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga: Trump Ancam Iran Dimusnahkan dari Muka Bumi Jika Dirinya Terbunuh

Terbaru, pada Sabtu, Presiden AS mengumumkan bahwa sebuah “armada” militer Amerika tengah bergerak menuju Timur Tengah. Ia menyatakan AS memantau situasi di Iran secara ketat, sekaligus mengonfirmasi laporan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perusak berpeluru kendali dijadwalkan tiba di kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari para pemimpin politik dan militer Iran, yang memperingatkan akan adanya respons kuat apabila terjadi serangan terhadap negara tersebut.

x|close