Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan telah memecat seorang pejabat senior Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) yang unit kerjanya berperan penting dalam pelarangan hampir seluruh kendaraan buatan China masuk ke pasar AS, dengan alasan ancaman keamanan nasional.
Melansir Reuters, Sabtu (24/1/2026), pejabat tersebut adalah Elizabeth "Liz" Cannon, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Eksekutif Office of Information and Communications Technology and Services (ICTS).
Kantor ini dibentuk pada 2022 untuk menyelidiki risiko rantai pasok teknologi dari negara-negara yang dianggap sebagai musuh asing Amerika Serikat, menurut sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut.
Kabar hengkangnya Cannon mencuat tak lama setelah Departemen Perdagangan membatalkan rencana pembatasan terhadap drone buatan China, meski sebelumnya terdapat kekhawatiran bahwa perangkat tersebut dapat diakses dan dimanipulasi dari jarak jauh oleh pihak asing, sehingga berpotensi membocorkan data sensitif AS.
ICTS, yang berada di bawah Bureau of Industry and Security (BIS), juga belum menerbitkan regulasi lanjutan terkait ekspor truk menengah dan berat.
Baca Juga: CEO Mercedes-Benz Bocorkan S-Class Terbaru: Lebih Radikal, Mewah, dan Sarat Teknologi Canggih
Padahal, di era Presiden Joe Biden, kantor ini telah merampungkan aturan yang secara efektif melarang kendaraan penumpang buatan China beredar di Amerika Serikat.
"BIS tetap berkomitmen menggunakan kewenangan teknologi informasi dan komunikasinya untuk menangani risiko keamanan nasional dari teknologi asing," ujar juru bicara BIS dalam pernyataan resmi pada Jumat (23/1/2026).
Dia menambahkan, perubahan personel terbaru di kantor ICTS justru akan memperkuat kinerja lembaga tersebut demi kepentingan rakyat Amerika.
Sumber-sumber internal menyebutkan, apabila Cannon tidak memilih mengundurkan diri, dia tetap akan dipindahkan ke posisi lain.
Pemerintahan Trump disebut berencana menempatkan pejabat politik untuk mengisi jabatan strategis tersebut. Hari terakhir Cannon diperkirakan jatuh pada 20 Februari mendatang.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/pri) (Antara)