Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dan bergerak ke arah yang semakin berbahaya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka melontarkan ancaman ekstrem terhadap Iran, menyatakan negara tersebut akan “dimusnahkan dari muka bumi” jika Teheran berhasil membunuh dirinya.
Pernyataan keras itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan News Nation yang ditayangkan pada Selasa (20/1) waktu setempat. Ancaman tersebut muncul sebagai respons langsung atas potensi ancaman Iran terhadap nyawa presiden AS berusia 79 tahun itu.
"Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Apa pun yang terjadi, mereka akan memusnahkan mereka (Iran) dari muka bumi," kata Trump dalam wawancara tersebut.
Ancaman ini menandai eskalasi terbaru dalam hubungan kedua negara, yang sejak lama diwarnai permusuhan dan saling curiga. Trump menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi apa pun jika keselamatannya atau pemimpin Amerika Serikat menjadi sasaran.
Baca Juga: Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Berhasil Dievakuasi Heli Basarnas
Di sisi lain, Teheran juga melontarkan peringatan balasan yang tak kalah keras. Sebelumnya pada hari yang sama, seorang pejabat militer senior Iran menyampaikan bahwa negaranya tidak akan menahan diri jika pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi target ancaman atau serangan.
Jenderal Iran Abolfazl Shekarchi secara terbuka menyatakan bahwa Trump sepenuhnya memahami konsekuensi jika situasi tersebut berbalik arah. Pernyataan itu disampaikan kepada media pemerintah Iran dan dikutip oleh kantor berita AFP pada Rabu (21/1/2026).
"Trump tahu bahwa jika tangan agresi diulurkan ke arah pemimpin kami, kami tidak hanya akan memutus tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan," kata Shekarchi.
Ia menegaskan bahwa respons Iran tidak akan terbatas pada pembalasan simbolis, melainkan akan berdampak luas dan menghancurkan.
"Tapi kami akan membakar dunia mereka dan tidak akan memberi mereka tempat berlindung yang aman di wilayah ini," imbuhnya.
Ancaman Trump terhadap Iran sejatinya bukan hal baru. Setahun sebelumnya, tak lama setelah kembali ke Gedung Putih, Trump juga telah mengeluarkan peringatan serupa. Saat itu, ia menyampaikan kepada wartawan bahwa konsekuensinya akan bersifat mutlak jika Iran bertindak melampaui batas.
Baca Juga: Infografik: Jadwal Pidato Prabowo dan Pemimpin Dunia di WEF Davos 2026
"jika mereka melakukannya, mereka akan dimusnahkan."
Pernyataan saling ancam ini muncul di tengah kondisi internal Iran yang tengah bergejolak. Negara tersebut baru saja diguncang gelombang kerusuhan besar akibat aksi-aksi protes anti-pemerintah yang meluas. Aksi tersebut disebut sebagai demonstrasi terbesar sejak terjadinya Revolusi Islam pada 1979.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia masih berupaya memverifikasi jumlah korban jiwa akibat unjuk rasa tersebut. Namun, menurut laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), lebih dari 4.000 kematian telah dikonfirmasi sejauh ini.
Gelombang demonstrasi massal itu mulai pecah pada Desember lalu, ketika warga Iran turun ke jalan untuk menuntut bantuan sosial di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat. Situasi diperparah ketika mata uang nasional Iran mencapai titik terendah baru di bawah kepemimpinan ayatollah berusia 86 tahun.
Dengan kondisi domestik yang rapuh dan tensi geopolitik yang terus meningkat, saling ancam antara Washington dan Teheran kini membuka kembali bayang-bayang konflik berskala besar yang berpotensi mengguncang kawasan dan dunia internasional.
Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)