Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video berdurasi 30 detik yang beredar di TikTok memperlihatkan sejumlah orang berada dalam sebuah ruangan dengan tangan yang tampak terikat.
Dalam rekaman tersebut, terlihat pula beberapa orang mengenakan jaket bertuliskan “Bareskrim Reserse” dan memeriksa orang-orang yang berada di dalam ruangan.
Video itu disertai narasi yang menyebut polisi telah menggerebek markas penyebar berita hoaks yang menyerang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelaku disebut telah ditangkap dalam penggerebekan tersebut.
Unggahan itu juga mengklaim satu orang mengoperasikan 100 akun media sosial. Selain itu, disebutkan sebagian besar orang yang ditangkap merupakan warga negara asing.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Satu orang 100 akun medsos bikin gaduh
Kebanyakan mereka Warga negara asing
Penangkapan markas penyebar berita hoax
Tugas mereka semua bernarasi serang MBG”
Lantas, benarkah video tersebut merupakan dokumentasi penangkapan markas penyebar berita hoaks tentang MBG?
Unggahan video yang menarasikan penangkapan markas berita penyebar hoaks MBG. Faktanya, video yang beredar merupakan dokumentasi penggerebekan judi online yang melibatkan 321 WNA di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. (TikTok) (Antara)
Penjelasan:
Berdasarkan hasil penelusuran, video yang beredar ternyata merupakan dokumentasi penggerebekan judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Video serupa ditemukan dalam unggahan akun Instagram IDN Times yang mencantumkan keterangan “POLISI GEREBEK MARKAS JUDOL DI HAYAM WURUK JAKARTA, 321 WNA DITANGKAP.”
Penggerebekan tersebut dilakukan oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Dalam operasi itu, polisi menangkap 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas judi online.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra menyampaikan bahwa aparat menyita uang tunai sekitar Rp1,9 miliar dari penggerebekan tersebut.
Ratusan WNA yang diamankan berasal dari sejumlah negara. Rinciannya terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa video yang beredar tidak berkaitan dengan penangkapan kelompok penyebar berita hoaks mengenai program MBG.
Video tersebut sebenarnya memperlihatkan operasi penggerebekan judi online yang melibatkan 321 WNA di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Kesimpulan:
Klaim yang menyebut video tersebut sebagai dokumentasi penangkapan markas penyebar berita hoaks tentang MBG tidak benar. Video yang beredar merupakan dokumentasi penggerebekan judi online di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang melibatkan 321 WNA.
Klaim: Video penangkapan markas berita penyebar hoaks MBG
Hasil Cek Fakta: Disinformasi/Hoaks
(Sumber: Antara)
Arsip - Sejumlah peserta didik di wilayah kerja KPPG Palu menerima program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 12 Agustus 2026. (Antara)