Israel Tegaskan Siap Serang Iran Tanpa Persetujuan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Truk yang membawa makanan dan pasokan medis milik Program Pangan Dunia (WFP) memasuki Gaza melalui perlintasan perbatasan Rafah, saat konflik penuh ketegangan antara Israel dan Hamas terus berlanjut, untuk mencapai Jalur Gaza, 18 Oktober 2025. (ANTAR Truk yang membawa makanan dan pasokan medis milik Program Pangan Dunia (WFP) memasuki Gaza melalui perlintasan perbatasan Rafah, saat konflik penuh ketegangan antara Israel dan Hamas terus berlanjut, untuk mencapai Jalur Gaza, 18 Oktober 2025. (ANTAR (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel memperingatkan Amerika Serikat bahwa Tel Aviv bisa mengambil langkah serangan secara mandiri terhadap Iran jika ancaman rudal balistik dari Teheran dinilai melewati garis merah yang telah ditetapkan, menurut laporan The Jerusalem Post yang dikutip Antara, Senin, 9 Februari 2026.

“Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik,” ujar seorang pejabat pertahanan Israel, seperti dikutip laporan tersebut.

Sumber-sumber Israel menyebutkan bahwa program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial bagi negara itu. Para pejabat Israel dikabarkan telah menyampaikan pandangan tersebut kepada mitra-mitra mereka di AS melalui berbagai saluran komunikasi dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Heboh Jeffrey Epstein Disebut Masih Hidup dan Tinggal di Israel, Begini Faktanya

Laporan itu juga menyebutkan bahwa militer Israel telah menyiapkan sejumlah skenario operasional, termasuk opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas utama yang berhubungan dengan produksi rudal Iran.

Perkembangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang kembali digulirkan. Pada Jumat, perundingan antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran berlangsung di Muscat, Oman, setelah sempat terhenti beberapa bulan.

Sebelumnya, pada Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Trump menyebut harapannya agar Teheran bersedia kembali bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang ia sebut “adil dan seimbang.”

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py <b>(Antara)</b> Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan jauh lebih berat dibandingkan aksi sebelumnya.

Sementara itu, pemerintah Iran terus membantah klaim bahwa program nuklirnya memiliki dimensi militer. Pada Juni lalu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa lembaganya belum menemukan bukti konkret adanya program senjata nuklir aktif di Iran.

x|close