Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) akan diizinkan meninjau jutaan halaman dokumen pemerintah tanpa sensor terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada pekan depan, demikian menurut laporan yang dipublikasikan, Jumat (6/2).
Laporan itu menyebutkan para legislator dapat mengakses materi tersebut di Departemen Kehakiman mulai Senin. Namun, mereka tidak akan memperoleh akses ke dokumen asli. NBC News melaporkan hal itu dengan mengutip sebuah surat kepada anggota Kongres yang mereka peroleh.
Anggota Kongres hanya dapat meninjau berkas tersebut secara langsung dengan syarat memberikan pemberitahuan kepada Departemen Kehakiman 24 jam sebelumnya. Mereka diperbolehkan membuat catatan, tetapi dilarang membawa perangkat elektronik.
Para legislator hanya dapat meninjau salinan tanpa sensor dari sekitar tiga juta dokumen yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman. Jumlah tersebut sekitar setengah dari seluruh berkas yang diakui berada dalam penguasaan lembaga tersebut.
“Ketika Kongres melawan, Kongres bisa menang,” kata anggota parlemen Ro Khanna, yang bersama anggota lainnya, Thomas Massie menandatangani surat kepada Wakil Jaksa Agung Todd Blanche pada Jumat lalu untuk menuntut akses terhadap dokumen tanpa sensor.
Sumber: Anadolu
ANTARA
Foto dokumentasi 9 Oktober 2023 ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Liu Jie (Antara)