Trump Klaim Dialog AS–Iran Berjalan Positif, Apa Itu?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 08:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran di Oman berlangsung dengan sangat baik. Ia menyebut kedua pihak sepakat melanjutkan dialog dalam waktu dekat.

"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik tentang Iran," ujar Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One saat menuju resor pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip dari AFP, Senin, 9 Februari 2026.

"Kami akan bertemu lagi awal minggu depan," lanjut Trump.

Di sisi lain, Iran juga berharap proses negosiasi dapat terus berlanjut dan memuji suasana diskusi yang berlangsung positif selama pertemuan sehari di negara Teluk tersebut.

Sebelumnya, delegasi Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan di Muscat pada Jumat yang dimediasi oleh Oman, tanpa pertemuan langsung secara terbuka, di tengah kehadiran kelompok angkatan laut AS yang dipimpin kapal induk di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Trump Siapkan Tarif, Ancam Negara yang Berbisnis dengan Iran

Namun, tak lama setelah dialog tersebut, Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas dan kapal pengiriman untuk menekan ekspor minyak Iran. Selain itu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka peluang pemberlakuan tarif terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran, dengan potensi dampak terhadap perdagangan dengan China, Jerman, hingga Uni Emirat Arab.

Belum jelas apakah kebijakan itu berkaitan langsung dengan perundingan, yang merupakan kontak pertama kedua negara sejak AS terlibat dalam konflik Israel–Iran pada Juni lalu melalui serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Trump juga kembali melontarkan peringatan keras kepada Teheran apabila tidak tercapai kesepakatan. "Jika mereka tidak membuat kesepakatan, konsekuensinya sangat berat," kata Trump.

Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) <b>(Antara)</b> Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) (Antara)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi negaranya di Muscat, menyatakan bahwa perundingan difokuskan pada program nuklir Iran yang selama ini dituduh Barat bertujuan mengembangkan senjata nuklir, meski Teheran menegaskan program tersebut bersifat damai.

Delegasi AS yang dipimpin utusan Timur Tengah Steve Witkoff dan Jared Kushner juga memasukkan isu dukungan Iran terhadap kelompok militan, program rudal balistik, serta perlakuan terhadap demonstran dalam agenda pembahasan.

"Dalam suasana yang sangat positif, argumen kami dipertukarkan dan pandangan pihak lain dibagikan kepada kami," kata Araghchi.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak telah "sepakat untuk melanjutkan negosiasi" dan berharap Amerika Serikat menahan diri dari ancaman serta tekanan agar proses dialog dapat berjalan berkelanjutan.

Baca Juga: Pelatih Iran Prediksi Laga Melawan Indonesia akan Berjalan Menarik

Dalam perkembangan lain, Araghchi menegaskan Iran menolak opsi penghentian pengayaan uranium secara total dalam perundingan. Ia menyatakan Teheran tidak akan tunduk pada tekanan militer atau ancaman perang dari Amerika Serikat.

"Mengapa kita begitu bersikeras pada pengayaan dan menolak untuk menghentikannya, bahkan jika perang dipaksakan kepada kita? Karena tidak ada yang berhak mendikte perilaku kita," kata Araghchi.

"Pengerahan militer mereka di kawasan itu tidak membuat kita takut," tambahnya, merujuk pada kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa Iran menolak tuntutan AS terkait “pengayaan nol” dan lebih membuka peluang pembahasan teknis seperti pengurangan stok uranium, yang dinilai lebih realistis untuk kemajuan negosiasi.

x|close