Ntvnews.id, Washington D.C - Pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang semula direncanakan berlangsung di Turki kini diperkirakan akan digelar di Oman. Informasi tersebut dilaporkan media Axios pada Rabu.
"Pembicaraan nuklir antara AS dan Iran diperkirakan akan berlangsung di Oman pada Jumat," kata koresponden Axios Barak Ravid melalui akun X dengan mengutip sumber dari kalangan Arab.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Teheran menginginkan pemindahan lokasi perundingan ke negara Teluk tersebut dari Istanbul, yang semula telah ditetapkan sebagai tempat pertemuan. Ravid kemudian menyampaikan bahwa Washington telah menyetujui perubahan lokasi tersebut.
"Negosiasi masih berlangsung mengenai apakah negara-negara Arab dan Muslim dari kawasan tersebut akan bergabung dalam pembicaraan di Oman," tambahnya.
Baca Juga: Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab
Hingga kini, laporan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Gedung Putih, pemerintah Turki, Oman, maupun Iran.
Sejumlah laporan yang terbit dalam sepekan terakhir menyebutkan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul pada Jumat untuk membahas program nuklir Iran.
Namun, Axios pada Selasa melaporkan bahwa Iran meminta perubahan lokasi perundingan sekaligus menyatakan keinginannya untuk mengubah format pembicaraan. Dalam laporan itu disebutkan bahwa perwakilan dari Turki, Mesir, dan Qatar diperkirakan akan turut serta dalam pertemuan tersebut. Meski demikian, Axios mengungkapkan bahwa selain memindahkan lokasi, Iran juga mendorong agar perundingan dilakukan secara langsung.
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)