Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 11:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik Iran di Laut Arab pada Selasa, 3 Februari 2026, setelah drone tersebut mendekati kapal induk Amerika Serikat yang sedang beroperasi di kawasan tersebut, kata seorang pejabat.

"USS Abraham Lincoln (CVN 72) sedang melintasi Laut Arab sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran ketika sebuah drone Iran Shahed-139 bermanuver ke arah kapal tersebut," kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins.

Hawkins menjelaskan bahwa drone tersebut terus bergerak mendekati kapal induk meskipun pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional telah melakukan berbagai langkah de-eskalasi. Tindakan penembakan dilakukan untuk memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

"Gangguan dan ancaman Iran yang terus berlanjut di perairan dan wilayah udara internasional tidak akan ditoleransi." Agresi Iran yang tidak perlu di dekat pasukan AS, mitra regional, dan kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, salah perhitungan, dan destabilisasi regional," tambahnya.

Baca Juga: Iran Tambah 1.000 Drone Baru dan Janjikan Respons Dahsyat terhadap Serangan AS

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Pentagon, yang menyampaikan bahwa CENTCOM bertindak "dengan tepat dan perlu" untuk melindungi personel serta peralatan Amerika Serikat di wilayah tersebut.

"Jadi, CENTCOM memang membuat keputusan untuk menembak jatuh drone Iran itu. Drone itu tidak berawak dan bertindak agresif terhadap USS Lincoln, yang kita tahu sedang berada di wilayah tersebut atas arahan Presiden Trump," kata Leavitt.

Meski demikian, Leavitt menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap berkomitmen untuk "selalu" mengedepankan upaya diplomasi. Namun, ia menekankan bahwa diplomasi membutuhkan kerja sama dari kedua pihak yang terlibat.

Untuk itu, kata Leavitt, utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini.

"Pembicaraan tersebut masih dijadwalkan hingga saat ini, tetapi tentu saja, presiden selalu memiliki berbagai pilihan, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer, pihak Iran mengetahuinya lebih baik daripada siapa pun," tambahnya.

Baca Juga: Iran Tegaskan Kesiapan Hadapi Potensi Serangan AS

(Sumber: Antara) 

x|close