Ketegangan AS–Venezuela Memanas, Indonesia Tekankan Solusi Damai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 10:35
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Foto yang diambil dari pesawat terbang pada 1 Desember 2025, menunjukkan garis pantai Venezuela. ANTARA/Xinhua/Li Muzi/pri. Ilustrasi - Foto yang diambil dari pesawat terbang pada 1 Desember 2025, menunjukkan garis pantai Venezuela. ANTARA/Xinhua/Li Muzi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan penyelesaian damai menyusul serangan berskala besar yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela, termasuk klaim penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam agresi tersebut.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, dipantau pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Indonesia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah meningkatnya eskalasi situasi di negara Amerika Selatan itu.

Selain itu, Indonesia menegaskan bahwa hukum internasional serta prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dihormati oleh seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Senator AS Beberkan Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

Dalam pernyataan yang sama, Kemlu RI memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela berada dalam kondisi aman di tengah serangan Amerika Serikat tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas terus memantau secara ketat perkembangan situasi serta kondisi dan keselamatan seluruh WNI di Venezuela.

“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” kata Kemlu RI.

Situasi di Venezuela dilaporkan memanas setelah sejumlah ledakan kuat mengguncang beberapa wilayah negara itu pada Sabtu dini hari, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, menurut laporan media setempat.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah titik di ibu kota Caracas, disertai bunyi sirene serangan udara. Sedikitnya tujuh ledakan dilaporkan terjadi, sementara jet tempur terlihat terbang rendah di atas kota.

Baca Juga: Oposisi Venezuela Dukung Tindakan Donad Trump

Pemadaman listrik juga dilaporkan melanda sejumlah kawasan di Caracas, termasuk wilayah selatan kota yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, melalui unggahan di Telegram, menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk tindakan agresi militer secara terbuka yang dilakukan Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.

Di tengah serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pasukan khusus AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya.

"Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu," kata Trump di platform Truth Social.

Meski demikian, klaim Presiden Trump mengenai penangkapan Nicolas Maduro hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

(Sumber: Antara) 

x|close