Venezuela Sebut AS Serang Permukiman Warga Sipil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (Reuters/Antara)

Ntvnews.id, Caracas - Pemerintah Venezuela menuding Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan ke wilayah permukiman dalam rangkaian aksi militer. Menyikapi hal tersebut, Caracas menyatakan telah mengerahkan kekuatan militer secara masif untuk menghadapi dugaan intervensi dari Washington.

"Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang, menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah permukiman yang dihuni warga sipil," ujar Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial, sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu, 4 Januari 2026.

Lopez menyampaikan bahwa Venezuela akan melakukan pengerahan besar-besaran semua kemampuan darat, udara, laut, sungai, dan rudal untuk pertahanan komprehensif sebagai langkah menghadapi serangan tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa otoritas setempat tengah menghimpun "informasi tentang korban luka dan tewas" akibat apa yang ia sebut sebagai "serangan keji dan pengecut" dari pihak AS.

Baca Juga: Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro

Menurut Lopez, serangan dilaporkan menghantam kawasan permukiman di wilayah Fuerte Tiuna, yang merupakan kompleks militer terbesar Venezuela di selatan Caracas. Selain itu, dampak serangan juga dirasakan di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira yang berada di sekitar ibu kota.

Sejumlah ledakan terdengar di berbagai titik Caracas pada Sabtu, 3 Januari 2025 sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Getaran akibat ledakan tersebut dilaporkan mengguncang jendela-jendela rumah warga. Tak hanya di ibu kota, ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain di seluruh Venezuela.

Dentuman terus terdengar di Caracas selama hampir satu jam, disertai suara yang diduga berasal dari pesawat yang melintas di udara. Beberapa kawasan di ibu kota bahkan mengalami pemadaman listrik akibat situasi tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro <b>(Istimewa)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Istimewa)

Lopez menyatakan Venezuela melayangkan kecaman keras terhadap tindakan AS, yang menurutnya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengakui bahwa pemerintah belum mengetahui keberadaan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores usai rangkaian serangan AS yang menghantam wilayah sekitar Caracas pada dini hari.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui pernyataan di platform Social Truth bahwa Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela. Trump juga menyatakan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

HIGHLIGHT

x|close