Ntvnews.id, Kherson - Tiga pesawat nirawak dilaporkan menghantam sebuah kafe dan hotel di wilayah Kherson, menyebabkan 24 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 lainnya mengalami luka-luka. Informasi tersebut disampaikan Gubernur Kherson versi Rusia, Vladimir Saldo.
Dilansir dari Sputnik, Jumat, 2 Januari 2026, menurut Saldo, serangan tersebut terjadi ketika warga sipil tengah merayakan pergantian Tahun Baru.
"Malam ini, musuh (Ukraina)nmelakukan serangan drone terarah ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru. Tiga drone menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly," kata Saldo.
Ia menjelaskan bahwa jumlah korban masih bersifat sementara dan proses pendataan terus dilakukan.
Baca Juga: Kremlin Nilai Serangan Drone ke Kediaman Putin Aksi Teror, Ukraina Sebut Hoax
"Data sementara: lebih dari 50 orang terluka, 24 tewas. Kami masih mengklarifikasi jumlahnya. Banyak yang terbakar hidup-hidup. Seorang anak tewas," ujarnya.
Saldo menambahkan, serangan itu terjadi hampir bersamaan dengan momen pergantian tahun. Api di lokasi kejadian telah berhasil dipadamkan, sementara tim medis masih berupaya memberikan pertolongan kepada para korban yang terluka.
Wilayah Kherson sendiri secara geografis berada di Ukraina, namun saat ini berada di bawah kendali Rusia dan diklaim sebagai bagian dari wilayahnya. Pada 30 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret aneksasi Kherson bersama tiga wilayah Ukraina lainnya, yakni Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia.
Baca Juga: Kediaman Putin Diserang Drone, Trump Meradang
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Dewan Federasi Rusia atau Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matvienko, meminta komunitas internasional dan para pemimpin dunia untuk mengecam serangan tersebut.
Ia menegaskan tidak ada pembenaran atas serangan yang menargetkan warga sipil, terlebih pada malam perayaan Tahun Baru. Matvienko juga menyatakan bahwa militer Ukraina disebut mengetahui keberadaan warga sipil, termasuk anak-anak, di lokasi tersebut, namun tetap melancarkan serangan secara sengaja.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Ukraina terkait insiden serangan drone di wilayah Kherson tersebut.
Ilustrasi Drone Perang (The Star)