Singapura Bakal Atur Penjualan Produk Blind Box, Sebut Ada Unsur Perjudian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Feb 2026, 18:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi produk Blind Box Ilustrasi produk Blind Box (The Straits Times)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Singapura akan segera mengatur penjualan blind box guna mengurangi potensi risiko yang menyerupai praktik perjudian. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan kajian oleh otoritas terkait.

Dalam jawaban tertulis atas pertanyaan parlemen baru-baru ini, dilansir dari laman The Straits Times, Senin, 16 Februari 2026, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri bersama Gambling Regulatory Authority (GRA) atau Otoritas Regulasi Perjudian telah mempelajari isu tersebut dan memutuskan untuk menyusun regulasi khusus. Aturan yang kini tengah dirancang itu akan menetapkan syarat dan ketentuan penawaran blind box di Singapura, dengan tujuan mengendalikan risiko dorongan berjudi.

Ia menanggapi pertanyaan anggota parlemen Dennis Tan (Hougang) mengenai kemungkinan penerapan kewajiban pengungkapan peluang dan rentang probabilitas secara standar untuk produk blind box atau “gacha”. Menurut Shanmugam, usulan tersebut akan menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam penyusunan regulasi.

Blind box merupakan kotak tertutup berisi barang koleksi acak, seperti figur, mainan, atau aksesori. Pembeli tidak mengetahui isi di dalamnya saat melakukan pembelian, dan informasi mengenai peluang mendapatkan item tertentu tidak selalu dijelaskan secara rinci oleh produsen. Dalam banyak kasus, terdapat item “langka” yang memiliki kemungkinan lebih kecil untuk diperoleh.

Secara global, pasar mainan blind box berkembang pesat. Pada 2021, nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$11,38 miliar (Rp 191,4 triliun), dan diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga menyentuh US$24,2 miliar (Rp 407,5 triliun) pada 2033.

Salah satu karakter blind box yang populer adalah Labubu dari Pop Mart

, yang semakin dikenal luas setelah dipromosikan oleh Lisa dari grup K-pop Blackpink pada 2024. Pop Mart sendiri merupakan perusahaan mainan asal Tiongkok dengan lebih dari 500 gerai di berbagai negara, termasuk sedikitnya enam toko di Singapura.

Selain Labubu, koleksi lain yang digemari antara lain Mofusand dari Jepang dan Sonny Angels. Di dalam negeri, perusahaan rintisan lokal Unigons juga pernah meluncurkan blind box edisi Fortune Merlion berbahan botol plastik daur ulang dalam rangka perayaan ulang tahun ke-60 Singapura (SG60).

Tak hanya produsen mainan, sejumlah merek dari berbagai sektor turut memanfaatkan konsep blind box untuk promosi. Di antaranya adalah FairPrice dan KFC yang menawarkan blind box edisi khusus Tahun Baru Imlek.

Di Tiongkok, pemerintah melarang penjualan blind box kepada anak-anak di bawah usia delapan tahun karena kekhawatiran terhadap potensi kecanduan. Sementara itu, di Singapura belum ada undang-undang yang secara spesifik mengatur blind box.

Adapun mystery box berbeda statusnya. Produk tersebut tidak diperbolehkan dan rencananya akan diatur melalui skema lisensi kelas yang diterbitkan oleh GRA. Kebijakan ini menyusul tindakan kepolisian pada 2018 yang meminta operator mesin penjual hadiah misterius menghentikan operasionalnya, dengan alasan praktik tersebut tergolong bentuk lotere publik.

x|close