Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru, 4 Perusahaan Minyak Venezuela Disasar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 15:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu bekas pangkalan angkatan laut Roosevelt Roads, Ceiba, Puerto Rico, Kamis, 25 Desember 2025 Amerika Serikat terus menambah dan menyiagakan pesawat tempur serta personel militernya di kawasan Karibia dalam seminggu terakhir seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela. ANTARA FOTO/Reuters/Eva Marie Uzcategui/bar Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu bekas pangkalan angkatan laut Roosevelt Roads, Ceiba, Puerto Rico, Kamis, 25 Desember 2025 Amerika Serikat terus menambah dan menyiagakan pesawat tempur serta personel militernya di kawasan Karibia dalam seminggu terakhir seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela. ANTARA FOTO/Reuters/Eva Marie Uzcategui/bar (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap sektor minyak Venezuela sebagai langkah untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Pengumuman tersebut disampaikan pemerintah Amerika Serikat pada Rabu, 31 Desember 2025. Departemen Keuangan AS melalui Kantor Pengawasan Aset Asing atau Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan yang beroperasi di sektor minyak Venezuela.

Selain itu, OFAC juga menetapkan empat kapal tanker minyak yang terkait dengan aktivitas tersebut sebagai aset yang diblokir.

Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa kapal-kapal tersebut dinilai terus menyediakan sumber daya keuangan yang mendukung apa yang disebut kementerian itu sebagai illegitimate narco-terrorist regime atau rezim narkoteroris tidak sah pimpinan Nicolas Maduro.

Baca Juga: Media AS Sebut CIA Dalangi Serangan Drone ke Dermaga di Venezuela

Pernyataan itu juga mengungkapkan bahwa pemerintah Venezuela semakin bergantung pada apa yang disebut sebagai armada bayangan, yakni kapal-kapal yang tersebar di berbagai belahan dunia, untuk memfasilitasi aktivitas yang dapat dikenai sanksi internasional.

“Presiden Trump telah menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak akan membiarkan rezim Maduro yang tidak sah memperoleh keuntungan dari ekspor minyak sambil membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba mematikan,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan Amerika Serikat akan terus melanjutkan kampanye tekanan terhadap pemerintahan Maduro sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden Trump.

BacaJ Juga: Berdalih Isu Narkoba, Amerika Bombardir Dermaga di Venezuela

(Sumber: Antara) 

x|close