Ntvnews.id, Caracas - Otoritas Venezuela dilaporkan menahan sejumlah warga negara Amerika Serikat sejak pemerintahan Presiden Donald Trump menggencarkan kampanye tekanan militer dan ekonomi terhadap Caracas.
Dilansir dari NY Times, Jumat, 2 Januari 2026, mengutip pernyataan seorang pejabat Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa para individu yang ditahan mencakup tiga orang berkewarganegaraan ganda yang memegang paspor Venezuela dan AS, serta dua warga negara AS lainnya yang diduga tidak memiliki hubungan langsung dengan Venezuela.
Pejabat tersebut menyampaikan bahwa meskipun sebagian dari mereka menghadapi dakwaan pidana yang dinilai sah, pemerintah AS tengah mengkaji kemungkinan untuk secara resmi menetapkan setidaknya dua orang sebagai korban penahanan yang tidak sesuai hukum.
Menurut laporan media tersebut, hingga kini Departemen Luar Negeri AS, Kedutaan Besar AS di Kolombia yang mengurusi hubungan dengan Venezuela, maupun Kementerian Komunikasi Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait penahanan warga Amerika tersebut.
Baca Juga: Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru, 4 Perusahaan Minyak Venezuela Disasar
Penahanan itu terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Karibia dan Pasifik Timur yang dimulai sejak September lalu.
Washington mengklaim operasi militer tersebut menyasar jaringan perdagangan narkoba, dengan laporan menyebut sedikitnya 105 orang tewas dalam 29 serangan.
Ilustrasi - Tahanan di dalam penjara. ANTARA/HO-Shutterstock/pri (Antara)
Pada pekan lalu, Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat baru-baru ini melancarkan serangan terhadap sebuah pabrik besar atau fasilitas utama yang menjadi lokasi keberangkatan kapal-kapal.
Namun, Trump tidak merinci lembaga AS mana yang terlibat dalam serangan tersebut. CNN kemudian melaporkan bahwa operasi itu dijalankan oleh Badan Intelijen Pusat (CIA).
Baca Juga: Trump Klaim Tak Perlu Restu Kongres untuk Serangan Darat ke Venezuela
Selain operasi militer, tekanan AS terhadap Venezuela juga meliputi langkah-langkah lain seperti penyitaan kapal, pemblokiran kapal tanker minyak, serta peningkatan kehadiran militer di sekitar perairan Venezuela. Pemerintah Caracas mengecam langkah Washington tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pembajakan internasional.
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)