Senator AS Beberkan Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 09:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan pidato setelah konferensi pers dengan anggota pers internasional di Hotel Eurobuilding di ibu kota Caracas, 15 September 2025. ANTARA/Ivan Mcgregor/Andolu/pri. Arsip foto - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan pidato setelah konferensi pers dengan anggota pers internasional di Hotel Eurobuilding di ibu kota Caracas, 15 September 2025. ANTARA/Ivan Mcgregor/Andolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Seorang senator dari Partai Republik Amerika Serikat menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap oleh aparat AS untuk kemudian diadili di Amerika Serikat. Klaim itu disampaikan Senator Utah, Mike Lee, yang mengaku memperoleh informasi tersebut langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Melalui unggahan di platform X, Lee menyebut penangkapan Maduro dilakukan oleh personel Amerika dan berkaitan dengan operasi militer yang terjadi sebelumnya.

"Ia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut," tulis Lee.

Baca Juga: Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro

Lee menilai langkah tersebut berada dalam lingkup kewenangan Presiden AS sebagaimana diatur dalam Pasal II Konstitusi Amerika Serikat, yang memberikan otoritas untuk melindungi personel AS dari ancaman serangan yang nyata maupun yang bersifat segera.

"Tindakan ini kemungkinan masuk dalam kewenangan inheren presiden untuk melindungi personel AS dari serangan aktual atau yang akan segera terjadi," lanjutnya.

AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela <b>(Reuters/Antara)</b> AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (Reuters/Antara)

Meski demikian, sebelumnya Lee sempat mempertanyakan dasar konstitusional dari aksi militer yang dilakukan pemerintah AS. Dalam unggahan terpisah pada Sabtu pagi, ia mengungkapkan keprihatinan karena operasi tersebut tidak disertai deklarasi perang maupun persetujuan resmi penggunaan kekuatan militer dari Kongres.

"Saya menantikan penjelasan tentang apa, jika ada, yang secara konstitusional dapat membenarkan tindakan ini tanpa adanya deklarasi perang atau izin penggunaan kekuatan militer," tulisnya.

x|close