Ntvnews.id, Taheran -Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran agar tidak menembaki para pengunjuk rasa di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah. Di sisi lain, Parlemen Iran menyampaikan peringatan balik kepada Amerika Serikat dan Israel apabila kedua negara itu lebih dahulu melancarkan serangan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa militer AS dan Israel akan dianggap sebagai “sasaran yang sah” jika Amerika Serikat benar-benar menyerang Republik Islam, sebagaimana ancaman yang sebelumnya disampaikan Presiden Donald Trump.
"Matilah Amerika!" seru Ghalibaf di hadapan anggota parlemen Iran, seperti dilansir dari AP, Senin, 12 Januari 2026.
Kekhawatiran juga muncul di kalangan warga Iran di luar negeri terkait pemadaman arus informasi yang dinilai dapat mendorong kelompok garis keras di dalam aparat keamanan Iran melakukan tindakan represif secara brutal. Hal ini terjadi meski Trump telah memperingatkan bahwa dirinya siap menyerang Republik Islam demi melindungi para demonstran damai.
Baca Juga: Demo Iran Memanas, Garda Revolusi Tegaskan Hal Ini
Sebelumnya, Trump secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap para pengunjuk rasa di Iran.
"Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!" ujar Trump, dikutip The New York Times dan Wall Street Journal.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat, yang berbicara secara anonim, mengungkapkan bahwa Trump telah menerima paparan berbagai opsi militer untuk menyerang Iran, meski hingga kini belum mengambil keputusan akhir.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS secara terpisah mengeluarkan peringatan tegas, dengan menyatakan: "Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia bersungguh-sungguh."
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)