Demo Iran Kian Bergolak, Amerika Serikat Ancam Serangan Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 11:05
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Demo Iran Demo Iran (Anadolu)

Ntvnews.id, Iran - Gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang terus meluas di Iran kini memicu reaksi keras dari Amerika Serikat. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman akan melakukan serangan militer terhadap Iran apabila aparat keamanan negara itu bertindak brutal terhadap para demonstran.

Ancaman tersebut disampaikan Trump saat menanggapi eskalasi unjuk rasa yang semakin panas di berbagai kota Iran, termasuk Teheran. Aksi protes yang berlangsung sejak beberapa waktu terakhir dipicu oleh tekanan ekonomi berat.

Mereka mengalami inflasi tinggi hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok, yang kemudian berkembang menjadi perlawanan terbuka terhadap pemerintahan yang berkuasa.

Baca Juga: Demo Iran Makin Chaos hingga Internet Diputus Total, Tuduh AS dan Israel Terlibat

Dalam pernyataannya pada Kamis, 8 Januari 2026, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika terjadi pembunuhan terhadap warga sipil yang turun ke jalan.

“Saya telah memberi tahu mereka, bahwa jika mereka mulai membunuh orang, yang cenderung mereka lakukan selama kerusuhan, kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” kata Trump kepada penyiar radio Hugh Hewitt.

Pernyataan tersebut muncul di saat situasi di dalam negeri Iran semakin sulit dikendalikan. Rekaman yang diverifikasi media internasional menunjukkan demonstrasi besar-besaran berlangsung di berbagai wilayah, dengan massa memblokir jalan, membakar ban, serta terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Ketegangan juga terlihat ketika kelompok pendukung dan penentang pemerintah saling berhadapan di sejumlah titik.

Baca Juga: Iran Ancam Serangan Pendahuluan ke Israel dan Pangkalan AS

Langkah aparat Iran memutus akses internet dan jaringan telepon di beberapa wilayah turut memperkuat kekhawatiran akan potensi tindakan represif. Organisasi pemantau kebebasan digital menilai pemadaman komunikasi kerap menjadi tanda awal pengetatan keamanan yang lebih luas, terutama saat gelombang protes sulit dikendalikan.

Situasi ini menempatkan Iran dalam sorotan internasional, terutama setelah Amerika Serikat secara terbuka mengaitkan perkembangan demo dengan opsi penggunaan kekuatan militer. Ancaman Trump menambah tekanan diplomatik di tengah krisis internal Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hingga kini, otoritas Iran belum memberikan respons resmi atas pernyataan Trump tersebut. Sementara itu, unjuk rasa masih terus berlangsung, menandai salah satu periode ketegangan domestik paling serius yang dihadapi Iran dalam beberapa tahun terakhir, dengan risiko meluasnya dampak ke ranah geopolitik internasional.

x|close