20 Orang Terjebak Lebih dari Lima Jam Dalam Lift Gedung Pencakar Langit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 05:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tokyo Tokyo (FreePik)

Ntvnews.id, Tokyo - Sebanyak 20 orang terjebak di dalam lift menara penyiaran tertinggi di dunia, Tokyo Skytree, Jepang, setelah terjadi gangguan sinyal pada Minggu, 22 Februari 2026 malam.

Insiden tersebut membuat para penumpang, termasuk anak-anak, terhenti di dalam lift yang mendadak berhenti pada ketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan jalan. Kepolisian setempat melaporkan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka.

Laporan darurat diterima otoritas Distrik Sumida sekitar pukul 20.20 waktu setempat. Menurut keterangan pengelola Tobu Tower Skytree Co, gangguan terjadi pada dua unit lift sekitar pukul 20.15 ketika lift sedang bergerak di antara lantai empat dan dek observasi setinggi 350 meter.

"Lift yang membawa 20 penumpang sedang turun, sementara lift lainnya kosong," tulis pihak perusahaan, seperti dikutip dari Kyodo News. Hingga kini, penyebab teknis kerusakan tersebut masih diselidiki secara intensif.

Baca Juga: Kena Prank! Turis Pria Dipukuli dan Dirampok Waria

Proses evakuasi dilakukan dengan memposisikan lift cadangan pada ketinggian yang sejajar dengan lift yang mengalami gangguan. Petugas kemudian memasang panel baja tahan karat berukuran 120 cm x 20 cm sebagai jembatan darurat di antara kedua pintu lift. Melalui celah pintu darurat di bagian samping, para penumpang dipindahkan secara bertahap satu per satu. Operasi penyelamatan yang cukup kompleks ini berlangsung hingga Senin, 23 Februari 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Akibat insiden tersebut, operasional dua lift lainnya dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan. Dampaknya, sekitar 1.200 pengunjung yang berada di dek observasi sempat tertahan dan tidak dapat turun selama sekitar satu jam.

Tobu Tower Skytree menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan akan mengambil langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang. Operator juga memastikan pemegang tiket yang telah dibeli untuk tanggal 23 Februari akan mendapatkan pengembalian dana. Tokyo Skytree sebelumnya pernah mengalami gangguan lift serupa pada 2015 dan 2017, meski kedua kejadian tersebut berhasil ditangani dalam waktu sekitar 30 menit.

Setiap lift di menara tersebut dilengkapi perlengkapan darurat seperti air minum, toilet portabel, selimut, dan senter, sebagaimana dilaporkan The Japan Times.

“Kami dengan tulus meminta maaf karena menyebabkan jebakan berkepanjangan dan tekanan mental kepada mereka yang terlibat,” kata perusahaan pengelola Skytree dalam sebuah pernyataan.

x|close