Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dicecar. Amran dicecar oleh Ketua Komisi VI DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Momen ini terjadi saat rapat Komisi VI DPR dengan Mentan, Rabu, 10 Juni 2026. Mulanya, Mentan menjelaskan soal anggaran ratusan miliar rupiah untuk bawang putih.
"Tahun ini Rp260 miliar kami geser, karena ibu (Titiek Soeharto) sampaikan waktu itu bahwa ini aspirasi dari Komisi IV," ujar Amran di Gedung DPR, Jakarta.
Titiek pun merespons pernyataan Mentan.
"Bukan aspirasi daerah ya, aspirasi kita semua nih. Kita harus sepakat, kita mau swasembada bawang putih apa enggak. Karena bawang putih ini 80 persen impor," tuturnya.
"Jadi kita harus sepakat nih semua nih, harus swasembada. Bapak harus bikin targetnya kapan mau swasembada," imbuh Titiek.
Titiek lalu menanggapi soal laporan Kementerian Pertanian yang tidak ditulis. Amran lalu menjawab kemungkinan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan yang mengantuk, sehingga lupa menulis.
"Sini Ibu, izin ini tidak ditulis Ibu," kata Amran.
"Nah, kenapa yang dilaporin kita kan?" tanya Titiek.
"Ini Sekjen Ibu mungkin mengantuk, karena.. tadi sudah dipanggil," kata Amran.
"Oh, Pak Sekjen. Yang mana Sekjennya?" jawab Titiek seraya tersenyum.
Amran lalu melanjutkan laporannya.
"Ibu Ketua izin, aku lapor Rp260 miliar revisi anggaran tahun ini," ucapnya.
"Untuk bawang putih itu perintah lisan dari Ibu. Kalau ini perintah langsung tertulis. Kemudian tahun depan itu Rp18 ribu hektare, Ibu," imbuh Amran.
"Ini kurang lebih kali tiga ya Rp600 miliar tahun depan," kata dia.
Titiek lantas menanyakan kapan swasembada bawang putih bisa dilakukan.
"Sekarang Bapak mau targetnya swasembada bawang putih kapan?" tuturnya.
"Ya secepatnya," jawab Mentan.
"Pak, ini 85 persen impor," imbuhnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat rapat dengan Komisi IV DPR RI. (YouTube TVR Parlemen)