Polisi Alihkan Titik Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda atau DPR

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 14:34
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mahasiswa UI Dihadang di Flyover Semanggi saat Menuju Bundaran HI Mahasiswa UI Dihadang di Flyover Semanggi saat Menuju Bundaran HI (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya tengah mengupayakan pengalihan lokasi aksi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Massa aksi diarahkan untuk menyampaikan aspirasi di kawasan Patung Kuda atau depan Gedung MPR/DPR RI guna menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di pusat ibu kota.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan koordinasi tersebut dilakukan melalui Direktorat Intelijen Polda Metro Jaya. Menurutnya, Bundaran HI bukan lokasi yang tepat untuk penyampaian pendapat karena merupakan kawasan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

"Iya, memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati," kata Budi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Budi menjelaskan pihak kepolisian telah menjalin komunikasi dengan pihak terkait agar titik aksi dapat dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih representatif untuk penyampaian aspirasi.

"Dan kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR. Sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang," ujar Budi.

Baca Juga: Mahasiswi Universitas Halu Oleo Kritis Usai Lompat dari Gedung Fakultas

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung aman dan tertib.

"Sekali lagi terima kasih, kita sama-sama berdoa untuk kegiatan pengamanan, pelayanan, penyampaian pendapat ini dapat berjalan aman, tertib, dan dapat dikendalikan," sambungnya.

Untuk mengawal jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya menyiapkan 6.088 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri. Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi konsentrasi massa.

"Untuk jumlah personel gabungan TNI-Polri sejumlah 6.088 personel. Ini gabungan dari TNI 500 personel, ada dari Korbrimob 1.000 personel, BKO dari Kor Sabhara 200 personel, Polda Metro Jaya 3.802 personel dan Polres Metro Jakarta Pusat 586 personel," kata Budi.

Pengamanan difokuskan di empat lokasi utama, yakni kawasan MPR/DPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.

"Kegiatan ini meliputi pengamanan, yang pertama di wilayah seputaran DPR/MPR RI, yang kedua seputaran Bundaran HI, yang ketiga seputaran Patung Kuda, dan keempat seputaran Cikini Raya," kata Budi.

Menurutnya, kehadiran aparat bertujuan memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi dan dapat berlangsung dengan aman.

"Penyampaian aspirasi kepada publik ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi kehadiran petugas Polri dan TNI di dalam melaksanakan pelayanan ini untuk menjamin aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa ini tersampaikan dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: AMSI Ingatkan Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi yang Menargetkan Ruang Publik

Budi juga menegaskan seluruh personel yang diterjunkan dalam pengamanan aksi tidak dibekali senjata api. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.

Selain itu, seluruh anggota diminta mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas dan tidak mudah terpancing provokasi.

"Tadi kita sama-sama mendengarkan direktif Bapak Kapolda Metro Jaya menekankan bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi di muka umum harus sabar, humanis, tidak terprovokasi," kata Kabid Humas.

"Termasuk penekanan dari Bapak Kapolda, tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini. Termasuk kita menghimbau, mengajak kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik dan sama-sama menghormati pengguna jalan lainnya," imbuhnya.

x|close