Ntvnews.id, Bangkok - Aksi vandalisme dilakukan oleh dua turis asal Australia di sebuah kuil di Chiang Mai, Thailand. Keduanya pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.
Dilansir dari Bangkok Post, Senin, 9 Februari 2026, tindakan kedua turis tersebut terekam kamera CCTV saat mereka merusak dinding Wat Dok Euang, sebuah kuil Buddha di Chiang Mai. Kepala biara kuil itu segera melaporkan aksi vandalisme berulang tersebut karena menyebabkan biaya pengecatan ulang yang tidak sedikit.
Phra Kru Palad Preeda Jaiboon, kepala biara Wat Dok Euang di tambon Sri Phum, distrik Muang, mengajukan laporan ke polisi pada hari Selasa.
Ia menyerahkan rekaman video yang memperlihatkan sepasang suami istri merusak dinding luar kuil sekitar pukul 01.00 dini hari pada 30 Januari. Kepala biara menyebut pihak kuil telah mengeluarkan puluhan ribu baht untuk mengecat ulang dinding yang kembali dicoret.
Baca Juga: Polisi Temukan Proyektil Peluru Bersarang di Tengkorak Gajah Mati di Pelalawan
"Penyidik yang meninjau video tersebut mengatakan pasangan itu kembali ke sebuah hotel di Jalan Chaiyaphum Soi 1. Mereka kemudian mengkonfirmasi kepada hotel, pasangan ini pergi ke distrik Pai di Mae Hong Son," kata Kolonel Polisi Prachya Tisala, kepala kantor polisi Muang.
Pada hari Jumat, polisi mendapat informasi bahwa pasangan tersebut akan kembali ke Chiang Mai, dengan kendaraan mereka dijadwalkan berhenti di bawah jembatan di tambon San Phisuea. Berdasarkan informasi itu, polisi pariwisata bersama petugas imigrasi bergerak dan menangkap kedua tersangka yang diidentifikasi sebagai Joshua (32) dan Gabrielle (27).
Keduanya mengakui telah menyemprotkan cat ke dinding kuil berusia sekitar 400 tahun itu. Mereka kemudian diserahkan kepada penyidik dan terancam denda sesuai Undang-Undang Kebersihan Publik Thailand.
Baca Juga: 2 Oknum Polisi Perkosa Remaja di Jambi, Tiga Polisi Lain Turut Berada di Lokasi
Wat Dok Euang sendiri dikenal sebagai kuil Buddha tua yang memiliki nilai budaya dan spiritual penting bagi wilayah Chiang Mai. Meski tidak terlalu besar, kuil ini memiliki mural dinding yang indah dengan keterangan berbahasa Inggris yang menceritakan sejarahnya.
Lingkungan kuil yang tenang, taman yang rimbun, serta area yang teduh menjadikannya tempat favorit untuk refleksi dan meditasi. Banyak pengunjung terpesona oleh mural dan ukiran rumit yang menggambarkan ajaran Buddha serta sejarah lokal setempat.
Ilustrasi Polisi (Pixabay)