Ntvnews.id, Moskow - Danau Baikal kembali menelan korban jiwa. Kali ini, sekelompok wisatawan dilaporkan tewas tenggelam setelah kendaraan mereka terperosok ke dalam celah es di danau tersebut.
Dilansir dari The Moscow Times, Senin, 23 Februari 2026, insiden terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 saat tujuh turis asal Tiongkok dibawa pemandu wisata Rusia menuju ujung utara Pulau Olkhon, tepatnya di Tanjung Khoboy.
Danau Baikal yang berada di Siberia Timur, Rusia, merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang biasanya membeku antara Januari hingga April. Pada musim dingin, wisatawan dapat menyaksikan lapisan es yang jernih dan tebal, sehingga menarik banyak pelancong.
Jalur es menuju Pulau Olkhon umumnya dibuka pada puncak musim wisata antara Februari dan Maret, ketika ketebalan es cukup kuat untuk dilalui kendaraan berat.
Baca Juga: Pria Tanpa Identitas Tewas Tenggelam di Kali Mookervart
Namun, Gubernur wilayah Irkutsk Igor Kobzev menyebut jalur es tahun ini belum resmi dibuka. Laporan yang belum terkonfirmasi juga menyebutkan bahwa pengemudi Rusia tersebut menjalankan tur di Danau Baikal tanpa izin resmi.
Total terdapat sembilan orang di dalam van UAZ tersebut, termasuk seorang sopir dan satu pemandu. Berdasarkan penyelidikan awal, satu orang wisatawan berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan sebelum tenggelam.
Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan kriminal atas dugaan kelalaian dan pelanggaran aturan keselamatan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Tim penyelam pun dikerahkan untuk mengevakuasi tujuh jenazah wisatawan.
Baca Juga: Anak Punk Nyaris Tewas Saat Tenggelam di Sungai Cisadane
Kobzev menambahkan bahwa Konsulat Jenderal China di Irkutsk telah diberitahu mengenai insiden tersebut.
Media Rusia melaporkan sedikitnya 11 wisatawan telah meninggal di Danau Baikal sepanjang 2026. Pada akhir Januari lalu, seorang turis China juga tewas setelah mobil van terbalik di atas es danau.
Konsulat Jenderal Tiongkok di Irkutsk mengimbau wisatawan agar tidak melintasi danau yang membeku menggunakan kendaraan berat, dan menyarankan penggunaan hovercraft sebagai alternatif yang lebih aman.
Sementara itu, pengemudi van dalam kecelakaan Januari sebelumnya telah ditangkap atas tuduhan pelanggaran keselamatan yang menyebabkan kematian wisatawan.
Ilustrasi tenggelam (Pixabay/ Miller_Eszter)