Mau Foto Bareng, Turis Malah Digigit Macan Tutul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 10:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Seekor macan tutul saat berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Hotel Anugerah, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). Seekor macan tutul saat berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Hotel Anugerah, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Beijing - Seorang wisatawan dilaporkan mengalami serangan macan tutul salju di Kota Koktokay, wilayah Xinjiang, China, saat dalam perjalanan kembali ke hotelnya. Informasi tersebut disampaikan oleh Biro Kehutanan dan Padang Rumput setempat.

Dilansir dari SCMP, Rabu, 28 Januari 2026, insiden itu terjadi setelah korban bermain ski pada Jumat, pekan lalu. Ia menghabiskan waktu bermain ski hingga sekitar pukul 19.00 bersama sejumlah turis lain.

Dalam perjalanan pulang, rombongan melihat seekor macan tutul salju. Hewan tersebut tampak berjongkok dan mendekati area wisata. Beberapa turis lain langsung berteriak memperingatkan bahaya dan menghubungi layanan darurat.

Namun, turis yang mengenakan jaket ungu dan helm hitam justru diliputi rasa penasaran. Ia berusaha mengambil foto macan tutul salju tersebut, tetapi karena jarak dianggap terlalu jauh, ia memutuskan untuk mendekat meski sudah diperingatkan oleh turis lain.

Jarak antara korban dan hewan liar itu semakin menyempit hingga sekitar tiga meter. Merasa terancam, macan tutul salju tiba-tiba meloncat dan menggigit wajah turis tersebut.

Baca Juga: Porsche Macan GTS Listrik, Menyatukan Kecepatan dan Karakter

Akibat serangan itu, korban terjatuh ke permukaan salju. Helm ski yang dikenakannya disebut membantu mencegah cedera yang lebih parah. Ia berusaha melindungi wajahnya dengan tangan, sementara darah terlihat menodai pakaiannya.

Seorang instruktur ski kemudian bertindak cepat dengan menggunakan tongkat ski untuk mengusir macan tutul salju tersebut dari lokasi kejadian.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan korban tergeletak diam di atas salju, sementara macan tutul tampak duduk tidak jauh darinya. Dalam rekaman lain, dua orang di sekitar lokasi membantu korban berdiri dan membawanya ke tempat aman sambil menahan wajahnya di balik helm ski.

Dalam video tersebut terdengar seseorang menanyakan apakah macan tutul sudah menjauh, lalu dijawab oleh orang lain, "Sudah pergi." Klip berikutnya memperlihatkan macan tutul berjalan menjauh di hamparan salju tebal dengan latar pepohonan dan bebatuan.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil, menurut keterangan biro kehutanan. Pihak berwenang setempat juga menyatakan telah meningkatkan patroli keamanan serta kampanye kesadaran publik.

Seekor macan tutul saat berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Hotel Anugerah, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). <b>(ANTARA)</b> Seekor macan tutul saat berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Hotel Anugerah, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). (ANTARA)

"Masyarakat umum dan wisatawan diimbau untuk mematuhi pedoman keselamatan dengan ketat, menjaga jarak aman saat bertemu hewan liar, dan segera melapor ke polisi untuk memastikan keselamatan pribadi," demikian bunyi pengumuman daring tersebut.

Macan tutul salju merupakan satwa endemik Asia Tengah dan Selatan yang dilindungi di Tiongkok serta menjadi simbol penting ekosistem pegunungan dan dataran tinggi. World Wildlife Fund (WWF) mencatat populasi global hewan ini hanya berkisar antara 4.000 hingga 6.500 ekor, dengan sekitar 60 persen habitatnya berada di wilayah Tiongkok.

Dengan bulu tebal berwarna putih keabu-abuan yang berfungsi sebagai kamuflase alami, macan tutul salju dikenal hidup menyendiri di pegunungan berbatu dengan kondisi lingkungan yang ekstrem.

Berbagai organisasi perlindungan satwa, pakar, serta laporan media pemerintah Tiongkok menyebutkan bahwa serangan macan tutul salju terhadap manusia tergolong sangat jarang. Sebuah studi pada 2020 yang melibatkan 261 penggembala di Mongolia wilayah lain yang menjadi habitat macan tutul salju menunjukkan bahwa meskipun banyak responden pernah melihat hewan tersebut atau ternaknya diserang, tidak satu pun melaporkan serangan langsung terhadap manusia.

x|close