Kim Jong Un Tegaskan Komitmen Perluasan Nuklir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan akan memprioritaskan penguatan dan penambahan persenjataan nuklir negaranya. Ia juga menegaskan bahwa peluang membaiknya relasi dengan Amerika Serikat sepenuhnya ditentukan oleh kebijakan Washington.

"Merupakan tekad kuat partai kita untuk lebih memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir nasional kita, dan sepenuhnya menjalankan status kita sebagai negara nuklir," ujar Kim dalam pidatonya pada Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea.

"Kita akan fokus pada proyek-proyek untuk meningkatkan jumlah senjata nuklir dan memperluas sarana operasional nuklir," lanjutnya sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, yang dikutip oleh Reuters, Jumat, 27 Februari 2026.

Berdasarkan estimasi lembaga pemikir Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) tahun lalu, Korea Utara diperkirakan telah memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir. Negara itu juga disebut mempunyai cukup bahan fisil untuk memproduksi hingga 40 hulu ledak tambahan, serta terus meningkatkan kapasitas produksi bahan tersebut.

Baca Juga: Kim Jong Un Kembali Terpilih Jadi Pemimpin Partai Berkuasa Korut

KCNA turut melaporkan bahwa Kim membeberkan agenda pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang lebih canggih, termasuk sistem peluncuran dari kapal selam. Selain itu, Korut berencana mengembangkan sistem serangan berbasis kecerdasan buatan serta persenjataan yang mampu menargetkan satelit lawan.

Kongres partai tersebut ditutup dengan parade militer di Pyongyang pada Rabu, 25 Februari 2026 waktu setempat. Dokumentasi media pemerintah memperlihatkan barisan pasukan berparade di Lapangan Kim Il Sung yang diterangi cahaya. Di atas podium, Kim tampak berdiri bersama putrinya, Ju Ae, serta sejumlah pejabat tinggi.

Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN <b>(Antara)</b> Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN (Antara)

Sebagian personel militer terlihat mengenakan seragam kamuflase dan perlengkapan tempur khusus, sementara jet tempur melakukan manuver terbang rendah di atas lokasi acara.

Namun, dalam foto-foto yang dirilis tidak tampak adanya alutsista berat. KCNA juga tidak melaporkan pameran senjata strategis seperti yang ditampilkan pada parade militer Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Korut-Korsel Kian Memanas!

Di sisi lain, Kim tetap membuka kemungkinan dialog dengan Amerika Serikat, sembari menegaskan bahwa Korea Utara mempertahankan "sikap paling keras" sebagai kebijakan terhadap Washington.

"Jika AS menarik kebijakan konfrontasinya dengan Korea Utara dengan menghormati status negara kami saat ini... tidak ada alasan mengapa kami tidak dapat bergaul dengan baik dengan AS," kata Kim, menurut KCNA.

x|close