Kim Jong Un Kembali Terpilih Jadi Pemimpin Partai Berkuasa Korut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 17:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN (Antara)

Ntvnews.id, Korea Utara - Partai berkuasa di Korea Utara kembali memilih Kim Jong Un sebagai sekretaris jenderal dalam kongres penting yang digelar setiap lima tahun sekali. Media pemerintah melaporkan keputusan tersebut pada Senin, 23 Februari 2026.

Keputusan pemilihan diambil secara bulat pada Minggu, 22 Februari 2026, bertepatan dengan hari keempat sidang kongres, sebagaimana disampaikan oleh Korean Central News Agency

(KCNA).

Sebelumnya, dalam kongres Workers' Party of Korea (WPK) pada Januari 2021, Kim yang kala itu menjabat sebagai ketua partai mengambil alih posisi tertinggi yang sebelumnya dipegang oleh ayahnya, Kim Jong Il, yang wafat pada Desember 2011.

Pada April 2012, Kim Jong Il secara anumerta dianugerahi gelar sekretaris jenderal abadi. Sementara itu, Kim Jong Un menerima gelar ketua pada Mei 2016. Dalam kongres tahun 2021, partai kembali mengaktifkan jabatan sekretaris jenderal sebagai posisi tertinggi, menggantikan sistem ketua.

Dalam pengumuman terbarunya, KCNA menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Kim, “kemampuan pencegahan perang dengan menjadikan tenaga nuklir sebagai intinya telah meningkat secara signifikan.”

Kim juga disebut telah “mencapai keberhasilan berharga” dalam menjalankan rencana pembangunan ekonomi nasional lima tahun serta menetapkan kebijakan untuk “pengembangan stabil ekonomi mandiri.”

Baca Juga: Kim Jong Un Siapkan Putrinya sebagai Penerus Kekuasaan di Korea Utara

“Dengan prinsip revolusioner yang kuat dan strategi luar biasa serta melalui aktivitas eksternal yang matang, Kim Jong Un secara nyata telah meningkatkan martabat dan kehormatan Republik Rakyat Demokratik Korea (Democratic People’s Republic of Korea/DPRK, nama resmi Korut) serta menciptakan lingkungan internasional yang kondusif bagi revolusi Korea,” demikian laporan tersebut.

KCNA juga menyatakan bahwa Kim telah membentuk militer Korea Utara menjadi “tentara elit dan kuat” yang “mampu menghadapi ancaman agresi apa pun atas inisiatif sendiri dan sepenuhnya siap untuk segala bentuk perang.”

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping pada Senin, 23 Februari 2026, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Kim serta menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam “menulis babak baru” hubungan bilateral kedua negara.

Pejabat senior partai, Ri Il Hwan, yang mengusulkan pemilihan kembali Kim, turut memuji kebijakan pengiriman pasukan Korea Utara untuk membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina. Ia menyatakan bahwa pasukan tersebut “mengibarkan bendera kemenangan di medan perang asing” dan menunjukkan kepada dunia “martabat sejati” mereka.

Pertemuan tersebut juga menetapkan anggota Komite Sentral partai serta melakukan revisi terhadap aturan internal. Kongres ini diperkirakan akan menjadi dasar penentuan arah kebijakan negara lima tahun ke depan, mencakup sektor ekonomi, hubungan luar negeri, hingga pertahanan.

Beberapa nama pejabat senior, termasuk Ketua parlemen Choe Ryong Hae, penasihat pertahanan partai Ri Pyong Chol, serta Wakil Ketua Komisi Militer Pusat partai Pak Jong Chon, tidak tercantum dalam daftar keanggotaan terbaru, yang diduga berkaitan dengan faktor usia.

Baca Juga: Kim Jong Un Isyaratkan Program Nuklir Baru Korea Utara

(Sumber: Antara)

x|close