Ntvnews.id, Seoul - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut telah menetapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan menjelang konferensi partai penting. Informasi ini disampaikan anggota parlemen Korea Selatan Lee Seong-kweun usai menerima pengarahan dari Badan Intelijen Nasional (NIS).
Dilansir dari AFP, Jumat, 13 Februari 2026, Lee menyebut NIS menilai Ju Ae kini secara jelas ditunjuk sebagai penerus? Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan sejumlah indikator, termasuk semakin seringnya Ju Ae tampil dalam kegiatan resmi kenegaraan.
Menurut Lee, NIS juga mendeteksi tanda-tanda bahwa Ju Ae mulai dilibatkan dalam pembahasan kebijakan pemerintahan.
"Penilaian tersebut dibuat dengan mempertimbangkan berbagai keadaan, termasuk kehadirannya yang semakin menonjol di acara-acara resmi," kata Lee.
Baca Juga: Eks Diplomat Korut Nilai Kim Jong Un Nasibnya Bisa Seperti Maduro yang Digulingkan AS
Foto-foto yang dirilis menjelang kongres politik Korea Utara bulan ini turut memperkuat dugaan tersebut.
Keluarga Kim telah memimpin Korea Utara selama beberapa dekade dengan kultus kuat terhadap garis keturunan Paektu. Dalam beberapa tahun terakhir, Ju Ae kerap mendampingi Kim Jong Un dalam berbagai agenda strategis, termasuk kegiatan militer dan acara kenegaraan.
Media pemerintah Korea Utara pada Januari lalu juga menampilkan Ju Ae saat memberikan penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Momen itu dinilai semakin menguatkan spekulasi mengenai posisinya sebagai calon penerus.
Korea Utara dijadwalkan menggelar kongres partai pada akhir Februari. Forum politik besar tersebut diperkirakan membahas arah kebijakan luar negeri, strategi pertahanan, serta program nuklir lima tahun ke depan.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah menandatangani perjanjian pertahanan dengan Rusia yang memungkinkan Korea Utara mengirim pasukannya untuk membantu Rusia dalam konflik dengan Ukraina. Menurut laporan dari kantor berita resmi Korea Utara, KCN (Antara)