Rusia Sebut Kasus Jeffrey Epstein Ungkap Korupsi Tinggi di Kalangan Elite Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa kasus Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah divonis, menunjukkan tingkat korupsi global yang tinggi di kalangan yang disebutnya sebagai “elite Barat.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Berbicara kepada media lokal, Zakharova menilai kasus Epstein mencerminkan adanya “konspirasi di antara mereka yang berada di posisi kekuasaan” di berbagai negara maupun di organisasi internasional. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki pengaruh besar terhadap proses keuangan dan ekonomi di tingkat global.

“Ini adalah kejahatan-kejahatan mengerikan yang tidak dilakukan karena keputusasaan, bahkan bukan semata-mata karena penyimpangan. Kejahatan ini dilakukan demi kejahatan itu sendiri,” kata Zakharova, seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa, 10 Februari 2026.

Baca Juga: Zelensky Ungkap AS Dorong Akhiri Perang Rusia-Ukraina Paling Lambat Juni

Zakharova menambahkan bahwa apa yang terungkap sejauh ini hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. “Kita tidak mengetahui apa pun tentang elite Barat. Ini hanyalah serpihan salju kecil di atas gunung es yang sangat besar; ini bahkan bukan puncak gunung es,” ujarnya.

Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. <b>(Times Now World)</b> Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)

Pernyataan ini muncul menyusul rilis materi dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang memuat lebih dari tiga juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, dan 180.000 gambar, berdasarkan Epstein Files Transparency Act yang disahkan menjadi undang-undang pada November lalu.

Materi yang dirilis meliputi foto-foto, transkrip dewan juri, serta catatan penyelidikan yang menyoroti hubungan Epstein dengan pelaku bisnis, miliarder, pejabat pemerintah, dan tokoh media, baik di Amerika Serikat maupun di negara lain.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas akibat bunuh diri di penjara New York pada 2019, saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks federal yang melibatkan anak di bawah umur.

x|close