Ntvnews.id, Bangkok - Partai Bhumjaithai menempati posisi sebagai partai terbesar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Thailand, berdasarkan hasil sementara yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) negara tersebut pada Senin.
Dilansir dari Anadolu, Selasa, 10 Februari 2026, hingga penghitungan suara mencapai 94 persen, Partai Bhumjaithai berhasil meraih 193 kursi. Sedangkan, Partai Rakyat dan Partai Pheu Thai berada di posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing memperoleh 118 dan 74 kursi.
Partai Kla Tham dan Partai Demokratik menduduki peringkat keempat dan kelima dengan perolehan 58 dan 22 kursi.
Baca Juga: Thailand Gelar Pemilu, Pertarungan Reformis dan Konservatif
Karena Partai Bhumjaithai belum meraih lebih dari setengah jumlah kursi di DPR Thailand, partai ini perlu membentuk pemerintahan koalisi dengan partai-partai lain. Namun, pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, menolak memberikan jawaban mengenai pembentukan kabinet saat konferensi pers pada Minggu, 8 Februari 2026 malam.
Pengumuman resmi penghitungan suara final wajib disampaikan paling lambat 9 April. Parlemen baru akan menggelar sidang dalam waktu 15 hari untuk memilih ketua parlemen, kemudian DPR Thailand akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan perdana menteri baru.
Selain itu, referendum konstitusi juga berlangsung bersamaan dengan pemilu pada Minggu. Hasil penghitungan suara awal menunjukkan 60 persen pemilih mendukung proses amandemen konstitusi, 32 persen menolak, dan 8,66 persen memilih abstain.
Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan Perdana Menteri sementara Thailand dan pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara di Provinsi Buriram, Thailand, Minggu, 8 Februari 2026. ANT (Antara)