Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa ia akan menjamu Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih pada akhir tahun ini. Trump menilai pertemuan tersebut sebagai indikasi hubungan yang sangat baik antara AS dan China.
"Dia akan datang ke Gedung Putih, ya -- menjelang akhir tahun," kata Trump dalam wawancara sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa, 10 Februari 2026.
"Ini adalah dua negara paling kuat di dunia dan kami memiliki hubungan yang sangat baik," tambahnya.
Sebelum kunjungan Xi Jinping ke AS, Trump dikabarkan akan lebih dulu melakukan perjalanan ke China pada April mendatang.
Baca Juga: Xi Jinping Dukung Pembicaraan Akhiri Perang Ukraina dalam Pertemuan dengan Putin
Trump sebelumnya telah membicarakan sejumlah isu dengan Xi, termasuk perdagangan, Taiwan, perang Rusia di Ukraina, dan situasi di Iran. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah memperbaiki hubungan kedua negara yang sebelumnya sempat terganggu akibat perang dagang.
Sejak kembali menjabat, Trump mendukung kebijakan tarif yang agresif, memberlakukan pungutan khusus pada baja, mobil, dan berbagai produk lainnya, sekaligus meluncurkan kebijakan yang lebih luas untuk mencapai tujuan ekonomi AS.
Meski AS sempat berselisih dengan Beijing terkait perdagangan, kedua negara tetap memiliki keterikatan ekonomi yang kuat. Xi, yang terakhir berkunjung ke AS pada 2023, memperingatkan Trump untuk bertindak hati-hati terkait penjualan senjata ke Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump sepakat untuk memulai hubungan kedua negara dari titik awal menjelang pelantikan Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)
"Dengan menangani masalah satu per satu dan terus membangun kepercayaan bersama, kita dapat menciptakan jalan yang tepat bagi kedua negara untuk bergaul," ujar Xi, dikutip dari stasiun televisi pemerintah China, CCTV.
Trump menambahkan bahwa percakapannya dengan Xi sangat baik dan menekankan, "kita berdua menyadari betapa pentingnya untuk menjaga agar tetap seperti itu."
Pada Jumat, 6 Februari 2026, AS mendorong pembicaraan trilateral dengan Rusia dan China untuk menetapkan batasan baru pada senjata nuklir. Namun, Beijing menolak bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata pada tahap ini.
Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. (Antara)