Dokumen Ungkap Skandal Seks Epstein Terjadi di Resor Milik Donald Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn) The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn)

Ntvnews.id, Washington D.C - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ AS) merilis jutaan halaman dokumen terbaru terkait kejahatan Jeffrey Epstein. Dalam dokumen tersebut terungkap nama-nama tokoh elite politik yang pernah memiliki kedekatan dengan Epstein, termasuk Presiden AS Donald Trump.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Trump dan Epstein sempat menjalin hubungan pertemanan cukup lama. Epstein bahkan kerap mengunjungi resor mewah milik Trump di Palm Beach, Florida, yakni Mar-a-Lago.

Namun, kehadiran Epstein di resor tersebut tidak hanya untuk berlibur. Ia diketahui beberapa kali terlibat skandal seksual dengan sejumlah karyawan di Mar-a-Lago.

Dikutip dari CNBC, Senin, 9 Februari 2026, laporan tersebut menyebut Epstein sering datang ke Mar-a-Lago untuk menghadiri pesta bersama Trump dan kalangan elite lainnya. Meski bukan anggota klub, Epstein kerap diundang langsung oleh Trump.

Baca Juga: Trump Siapkan Tarif, Ancam Negara yang Berbisnis dengan Iran

Hubungan keduanya awalnya berjalan baik, tetapi perilaku Epstein terhadap perempuan membuat Trump mulai merasa terganggu. Puncaknya, Epstein diketahui melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan di bawah umur di Mar-a-Lago.

Dalam buku The Gifter's Club: Trump, Mar-a-Lago, and the Selling of the Presidency disebutkan bahwa Epstein pernah melecehkan seorang gadis di bawah umur saat berkunjung ke resor tersebut. Akibat peristiwa itu, Epstein diusir dan dilarang kembali ke Mar-a-Lago.

"Seperti yang dijelaskan, tindakan keji seperti itu dapat merusak citra Trump secara permanen, sehingga Donald tidak punya pilihan selain menyingkirkan Epstein," kata Sarah Blaskey, reporter investigasi Miami Herald sekaligus penulis buku The Grifter's Club.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga membenarkan bahwa Trump mengusir Epstein dari Mar-a-Lago dan melarangnya kembali karena perilaku yang dianggap menjijikkan.

"Tidak peduli berapa kali kisah ini diceritakan dan diulang-ulang, kebenarannya tetap sama, Presiden Trump tidak melakukan kesalahan apa pun dan dia mengusir Jeffrey Epstein dari Mar-a-Lago karena perilakunya yang menjijikkan," ucap Leavitt dalam pernyataannya, dikutip dari People.

Selain dugaan kejahatan seksual di resor tersebut, Epstein juga disebut sering memanggil pegawai Mar-a-Lago ke rumahnya di Palm Beach. Seorang pekerja berusia 18 tahun mengaku dipaksa berhubungan seksual dengan Epstein saat berkunjung ke rumahnya pada 2003.

Baca Juga: Fakta-fakta Mengejutkan dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ada Nama Bill Clinton, Trump hingga Michael Jackson

Kasus itu tidak langsung dilaporkan ke polisi, namun dua tahun kemudian Epstein mulai diselidiki setelah orang tua seorang anak berusia 14 tahun menuduhnya melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya.

Sebagai informasi, Mar-a-Lago merupakan resor mewah sekaligus klub privat milik Donald Trump di Palm Beach, Florida. Properti ini awalnya dibangun pada 1924–1927 oleh Marjorie Merriweather Post dan sempat disumbangkan kepada pemerintah AS sebelum akhirnya dikembalikan kepada keluarga Post karena biaya perawatan yang tinggi.

Trump membeli properti tersebut pada 1985 dan mengubahnya menjadi resor serta klub privat pada 1995. Hingga kini, Mar-a-Lago masih beroperasi sebagai salah satu resor terkenal di Amerika Serikat dengan fasilitas lengkap seperti lapangan golf, spa, pantai pribadi, ballroom, dan kolam renang.

x|close